Forum Kehumasan “Peningkatan SDM Pariwisata untuk MEA”

Forum Kehumasan “Peningkatan SDM Pariwisata untuk MEA”
Rabu (12/8), Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menghadiri Forum Koordinasi dan Komunikasi Kehumasan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI. Bertempat di Balairung Soesilo Soedarman Jakarta, forum ini mengangkat topik “Peningkatan Sumber Daya Manusia Pariwisata Dalam Rangka Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.
 
Sebagai pemberi sambutan, antara lain: Iqbal Alamsyah Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Djoko Agung Hariadi Ketua Umum Bakohumas, dan Esthy Reko Astuty Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara.
 
Esthy sebagai narasumber pertama menjelaskan perkembangan dan prospek pariwisata Indonesia. Berdasarkan uraiannya, pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang memberikan pengaruh besar. “Pariwisata adalah faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. Pariwisata telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang pertumbuhannya terbesar dan tercepat di dunia”, ujar Esthy.
 
Menurut uraian Esthy pada tahun 2015, indeks daya saing pariwisata Indonesia menduduki peringkat ke-50 dari 141 negara. Sehingga pemerintah perlu terus mengimplementasikan strategi berupa integrasi pemasaran, promosi dan media. Selain itu, juga terdapat konsep “Great” yaitu suatu pendekatan pembangunan daerah pariwisata yang mengintegrasikan beberapa aspek untuk mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak positif untuk masyarakat, bisnis, dan daerah.
 
Narasumber kedua yaitu Ni Gusti Made Kerti Utami, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Kerti mempresentasikan peningkatan kualitas pendidikan serta target 10 tahun ke depan 2024 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. “Dengan menjaga kualitas pendidikan dan lulusan STP diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia pariwisata Indonesia dalam rangka menyongsong MEA”, kata Kerti.
 
Poin hasil diskusi menunjukkan pemerintah perlu terus membenahi infrastruktur diiringi peningkatan koordinasi dan komitmen antar kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah juga perlu fokus pada keamanan dan kenyamanan berwisata bagi penyandang disabilitas dan lansia. Baik dari segi akses, transportasi, tempat wisata dan faktor krusial lainnya. (idc)
Rabu, 12 Agustus 2015 - 13:00
https://ekon.go.id/berita/view/forum-kehumasan.1616.html