Hari Ketiga KTT ASEAN ke-35, Pemerintah Bahas Kerja Sama Ekonomi Hingga Pembangunan Berkelanjutan
Senin, 04 November 2019 - 20:04
Hari Ketiga KTT ASEAN ke-35, Pemerintah Bahas Kerja Sama Ekonomi Hingga Pembangunan Berkelanjutan
Sumber gambar : setkab.go.id
Memasuki hari ketiga rangkaian KTT ASEAN ke-35, Senin (4/11), ada 9 (sembilan) agenda utama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Menteri ASEAN Economic Community (AEC) Council yang mendampingi Presiden RI Joko Widodo, dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Bangkok-Thailand tersebut.
 
KTT ASEAN-Plus Three ke-22
 
Pertemuan ASEAN-Plus Three (APT) merupakan pertemuan negara ASEAN dengan RRT, Korea dan Jepang. Beberapa hal penting dari KTT APT antara lain: menyambut baik perkembangan pelaksanaan APT Action Plan 2018-2022, mendukung sistem perdagangan multilateral terutama penyelesaian RCEP, meningkatkan kerja sama menuju pencapaian SDGs 2030, mendukung strategi pemgembangan konektifitas untuk pertumbuhan ekonomi, mendukung sinergi MPAC dengan inisiatif konektifitas lain dikawasan serta mendukung ASEAN outlook on Indo Pacific.
 
KTT ASEAN-Amerika Serikat ke-7
 
Pemerintah Indonesia menyampaikanapresiasi terhadap dukungan AS terkait ASEAN Outlook on Indo Pacific (AOIP) yangmemilikifokus kerja sama pada bidang maritim, konektivitas, SDGs dan ekonomi.
 
Indonesia juga mengundang AS untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020. Selain itu, penguatan kemitraan ASEAN-AS khususnya bidang perdagangan, merupakan suatu keharusan demi mencapai kesejahteraan bersama.
 
Special Lunch on Sustainable Development
 
Agenda ini membahas perkembangan isu pembangunan yang berkelajutan. Tantanganpencapaian target SDGs masih besar ditengah ketidakpastian kondisi global. Untuk itu, kemitraan global harus dipertebal dan salah satu instrumen yang digunakan ASEAN melalui platform ASEAN Outlook on Indo Pacific (AOIP).
 
KTT Asia Timur ke-14
 
Presiden RI menyampaikan apresiasi terhadap dukungan negara EAS terkait dengan pengesahan ASEAN Outlook on Indo Pacific (AOIP) pada KTT ASEAN bulan Juni yang lalu dengan fokus kerja sama pada bidang maritim, konektivitas, SDGs dan ekonomi.
 
Indonesia juga mengundang negara-negara EAS untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020. Forum ini diharapkan dapat mendukung investasi dan pembiayaan pembangunan infrastruktur dan konektivitas dengan lebih efisien dan efektif.
 
KTT ASEAN-Jepang ke-22
 
Presiden RI menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Jepang terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan mengundang Jepang untuk berkolaborasi mewujudkan outlook tersebut, khususnya pada bidang infrastruktur dan konektivitas. Beliau juga mengundang Jepang untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020.
 
Indonesia juga menyambut baik Joint Statement ASEAN-Japan on Connectivity yang mengkolaborasikan berbagai inisiatif konektivitas Jepang dan MPAC 2025.
 
Selanjutnya, Presiden RI juga menyampaikan pentingnya peningkatan SDM yang berkualitas melalui pendidikan kejuruan, training dan pemagangan di bidang manufaktur, agrobisnis, pariwisata dan ekonomi digital. ASEAN dan Jepang perlu berkolaborasi mempersiapkan transformasi ekonomi 4.0, khususnya terkait penyiapan SDM.
 
KTT RCEP ke-3
 
RCEP merupakan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) antara 10 negara ASEAN dengan 6 mitra FTA-nya (Australia, RRT, India, Jepang, Korea Selatan, dan New Zealand). RCEP merupakan salah satu kesepakatan trading block terbesar di dunia yang meliputi 32% PDB dunia, 29% perdagangan dunia dan 47% populasi dunia.
 
Presiden RI menyampaikan agar semua negara RCEP terus bekerja keras agar RCEP dapat ditandatangani pada tahun 2020.
 
 
Pertemuan Bilateral Presiden RI dengan PM Australia
 
Dalam pertemuan dibahas beberapa hal utama, antara lain update situasi di Papua dan Papua Barat, RCEP dan ratifikasi IA CEPA.
 
Pertemuan Bilateral Presiden RI dengan PM Jepang
 
Dalam pertemuan dibahas beberapa hal utama, antara lain penguatan kerja sama infrastruktur, peningkatan SDM dan RCEP.
 
Pada awal pertemuan, Presiden menyampaikan fokus kebijakan Pemerintah RI dalam 5 tahun mendatang, yakni, pengembangan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, deregulasi kebijakan dan reformasi struktural. Pemerintah RI juga berharap agar Jepang dapat mendukung dan bekerja sama dalam mewujudkan prioritas kebijakan nasional tersebut.
 
Terkait dengan RCEP, Presiden menyampaikan perkembangan positif dengan disepakatinya Joint Leaders Statement walaupun belum ke-16 negara dapat on-board bersama. Beliau berharap agar pencapaian hari ini akan menjadi landasan kuat agar teks perjanjian RCEP dapat ditandatangani tahun 2020.(idc/iqb)
 
***
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan