Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Selama Ramadan dan Lebaran 2019
Selasa, 14 Mei 2019 - 02:51
Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Selama Ramadan dan Lebaran 2019
Sumber gambar : ekon.go.id
Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri nanti. Keyakinan ini dilandaskan pada tingkat inflasi volatile food yang lebih terkendali. Bahkan dalam kurun dua tahun terakhir, perkembangan inflasi di bulan puasa dan hari raya Idulfitri mengalami penurunan dan terjaga di level stabil.
 
Umumnya, kenaikan harga pada beberapa jenis komoditas pangan terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan akan komoditas tersebut. “Biasanya memang terjadi peningkatan konsumsi sekitar 10-20%, baik itu telur, daging, cabai dan hampir di semua komoditas pangan lainnya. Tapi, kami akan terus menjaga ketersediaan stok,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud dalam acara FMB9 bertajuk “Pengendalian Bahan Pangan”, Senin (13/5), di Jakarta.
 
Mengenai terjaminnya ketersedian stok, Pemerintah bersama Bulog juga akan merancang pembangunan gudang-gudang di daerah yang surplus (misalnya beras). Demikian pula untuk daerah-daerah yang defisit, sehingga harga bisa dikendalikan di tingkat konsumen tanpa mengorbankan harga di tingkat produsen.
 
“Hal yang juga perlu diantisipasi betul adalah distribusi. Misalnya, ada sekitar 6-7 provinsi di Indonesia yang surplus beras. Itu harus dipikirkan soal gudang dan bagaimana mendistribusikan secara efisien ke daerah yang kekurangan,” terang Musdhalifah.
 
Produk olahan cabai dan bawang juga menjadi alternatif untuk menjaga dua komoditas ini bertahan dengan jangka waktu yang lebih panjang. “Misal dari cabai segar ke cabai bubuk atau bentuk olahan lainnya. Itu bisa menjadi rencana jangka panjang, karena musim hujan kita juga tidak menentu,” lanjut Musdhalifah.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menambahkan bahwa Pemerintah juga telah menambah luas tanam cabai, bawang merah, dan jagung pada 3-4 bulan sebelum hari H Ramadan tiba.
 
“Itu adalah salah salah satu bentuk antisipasi dari naiknya permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran. Studi kami menunjukkan bahwa biasanya ada kenaikan di tiga hari sebelum masuk Ramadan, seminggu kemudian turun, lalu seminggu sebelum Idulfitri akan naik lagi,” kata Agung.
 
Sementara mengenai daging, telur, dan komoditas lainnya, Musdhalifah meyakinkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, serta Satgas Pangan untuk memastikan kestabilan harga.
 
“Kami akan terus membangun komunikasi yang terbuka, menyempurnakan data dan membangun sistem yang lebih baik, agar kita bisa tahu betul di mana lokasi yang benar-benar surplus, dan hal penting lainnya,” tegas Musdhalifah.
 
Senada dengan Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih memastikan bahwa seluruh kebutuhan bahan pangan pokok di Ramadan dan Lebaran kali ini tersedia dengan baik.
 
“Kami sebarkan tim ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota untuk meninjau langsung ke pasar, ke gudang Bulog, dan juga ke distributor. Sepanjang stok cukup, tidak akan ada harga yang naik. Kami juga berkolaborasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan dengan baik,” papar Karyanto Suprih.
 
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar pun menyampaikan komitmen dan keyakinannya, bersama pemerintah pihaknya akan menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga. Pasokan sembilan bahan pokok yang diawasi oleh Bulog tercatat masih mencukupi. “Itu termasuk tiga tugas utama Bulog. Kami semua akan terus menjaga pangan, khususnya dalam Ramadan dan Lebaran ini,” pungkas Bachtiar. (idc/iqb)
 
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Pangan dan PertanianLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan