Sumber Foto: Tangkap Layar dari cnbcindonesia.com/tv

[Berita] - Tiga Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2021: Konsumsi, Investasi, dan Ekspor

13 Jan 2021 14:41 WIB

Keselarasan upaya Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) masih akan jadi fokus utama pemerintah tahun ini. Setidaknya ada 3 (tiga) faktor kunci yang menjadi perhatian, yaitu konsumsi, investasi, dan ekspor.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi saat menjadi narasumber di acara CNBC Power Lunch, Rabu (13/1) secara daring.

Edi menerangkan, konsumsi dilakukan dengan mendorong kelas menengah atas meningkatkan belanjanya guna mendukung program pemulihan ekonomi. Untuk kelas menengah bawah, upaya mempertahankan daya beli didukung dengan program perlindungan sosial.

Penguatan ekspor pun didukung dengan penguatan regulasi, penguatan pasar, dan industri yang berorientasi ekspor. “Kemudian untuk investasi melalui UU Cipta Kerja baik itu Kemudahan Perizinan dan Daftar Prioritas Investasi, serta Lembaga Pengelola Investasi (LPI),” sambung Edi.

Ia pun menjelaskan, anggaran program PC-PEN tahun 2021 sebesar Rp372,3 triliun diprioritaskan bagi perlindungan sosial dan program sektoral, Pemerintah Daerah, Padat Karya, dan Pengembangan ICT.  

“Selain itu, pelaksanaan vaksinasi secara masif juga penting dengan menambah suplai vaksin. Vaksinasi masif diperkirakan dilakukan pada Semester II-2021,” lanjut Edi.

Saat ditanya mengenai vaksinasi perdana kepada Presiden RI Joko Widodo, Edi Pambudi mengatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari edukasi dan memberikan keteladanan kepada masyarakat.

“Vaksinasi ini juga memerlukan keteladanan bahwa jika pemimpin bersedia menerima vaksin, maka masyarakat pun demikian. Sama halnya di beberapa negara lain, pimpinan negara juga bersedia menerima vaksin saat mengawali pelaksanaan vaksinasi,” kata Edi.

Menurutnya, semua mempunyai harapan sama yaitu vaksinasi dapat membentuk imunitas kolektif (herd immunity). Tentunya dengan tetap disiplin menjalankan 3M +1 (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan).

Edi menuturkan, pemerintah akan secara cermat mengikuti dinamika yang terjadi, baik itu perkembangan kasus Covid-19 maupun kebutuhan masyarakat, termasuk mendengar kritik dan saran.

“Setiap keputusan yang berdampak luas, ke banyak aspek, dan sendi kehidupan tentu disusun dengan melalui pertimbangan yang matang dan akurat,” tegasnya. (idc/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh