Pokok-pokok Paket Kebijakan Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Jumat, 23 Agustus 2013 - 15:04
garuda.jpg
 
Pokok-Pokok
 
Paket Kebijakan Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
 
Jumat, 23 Agustus 2013
 
 
 
Pendahuluan
Kita bersama-sama melihat bahwa dalam beberapa hari terakhir telah terjadi gejolak di pasar keuangan dan nilai tukar. Hal ini terutama dipicu oleh faktor eksternal dan faktor-faktor internal. Dari sisi eksternal, kekuatiran akan terjadi nya tapering of Quantitative Easing di Amerika Serikat telah memicu kejatuhan pasar keuangan dan nilai tukar mata uang dibeberapa Negara, khususnya emerging market, termasuk Indonesia.
 
Dari sisi internal, gejolak di pasar keuangan dipicu oleh kekuatiran akan memburuknya neraca pembayaran, karena angka deficit transaksi berjalan yang diumumkan Bank Indonesia minggu lalu menunjukkan defisit sebesar 4.4% dari PDB. Pemerintah dan Bank Indonesia secara seksama selalu mengikuti perkembangan dalam perekonomian, dan pemerintah sangat menyadari dampak-dampak yang ditimbulkannya. Situasi sampai saat ini masih aman, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan dengan perkembangan terakhir ini.
 
Gejolak di pasar keuangan dan nilai tukar yang terjadi akhir akhir ini, ditengarai akan berpengaruh kepada stabilitas makro ekonomi, yang pada gilirannya akan menganggu pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan momentum pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang realistis, maka pemerintah mengambil langkah-langkah kebijakan stabilisasi ekonomi  dan reformasi struktural. Dalam jangka pendek, pemerintah dan Bank Indonesia akan mengambil langkah  untuk menjaga stabilitas makro ekonomi (khususnya sektor keuangan dan neraca pembayaran). Dan upaya ini juga dikombinasikan dengan kebijakan struktural untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang realistis guna menghindari dampaknya kepada dunia usaha dan pada akhirnya penyediaan lapangan kerja. Dengan langkah-langkah ini, maka diharapkan defisit pada transaksi berjalan pada triwulan ke III dan IV 2013 akan menurun dan momentum pertumbuhan ekonomi dapat dijaga. Tentunya paket kebijakan ini akan dikombinasikan juga oleh paket kebijakan dari Bank Indonesia dan OJK yang utamanya bertujuan menstabilkan sektor keuangan dan nilai tukar. Paket-paket tersebut akan diumumkan oleh Bank Indonesia dan OJK secara terpisah pada hari ini.
 
Langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
 
A.  Untuk memperbaiki Neraca Transaksi Berjalan (Current Account Deficit) dan Menjaga Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah akan:
1.   Mendorong ekspor, dengan memberikan additional deduction tax untuk sektor padat karya yang memiliki ekspor (minimal 30% dari total produksi).
2.   Menurunkan impor migas, dengan meningkatkan porsi biodiesel dalam porsi solar sehingga akan mengurangi konsumsi solar. Kebijakan ini akan menurunkan impor migas secara signifikan.
3.   Menetapkan Pengenaan pajak barang mewah yang berasal dari import seperti mobil CBU, branded product sebesar tambahan 25%sampai dengan 50%;
4.   Mendorong export mineral dengan memberikan relaksasi prosedur yang terkait dengan kuota dan CnC;
 
B.  Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat,pemerintah akan memberikan insentif, dengan tetap memastikan bahwa fiscal deficit 2.38%. Dengan menjaga deficit pada batas aman ini, maka pemerintah memastikan pembiayaan APBN-P 2013 dalam kondisi aman.
 
Insenstif yang akan diberikan adalah sebagai berikut:
 
            a.   Insentif yang akan diberikan dalam jangka pendek:
1.     Memberikan additional deduction untuk industri padat karya berioentasi domestik dan padat karya berorientasi export (minimal 30%) seperti textile, garment, mainan, sepatu
2.     Memberikan relaksasi pembatasan fasilitas kawasan berikat untuk produk domestik
3.     Penghapusan PPN buku
4.     Penghapusan PPn BM untuk produk dasar yang sudah tidak tergolong barang mewah
5.     Mengarahkan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk mencegah terjadinya PHK, dengan skema kenaikan UMP mengacu pada KHL, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi dengan membedakan kenaikan untuk Upah Minimum Industri UMKM dan Indistri Padat karya dengan Industri Padat Modal
 
            b.   Insentif yang akan diberikan dalam jangka menengah:
1.     Additional deduction untuk R&D.
2.     Mengoptimalkan penggunaan tax allowances untuk insentif investasi
 
C.  Untuk menjaga tingkat Inflasi,Pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Dari sisi pemerintah untuk mengatasi inflasi harga bergejolak (volatile food) yang muncul akhir-akhir ini, maka pemerintah akan mengubah tata niaga daging sapi dan produk holtikutura dari pembatasan kuantitas atau kuota menjadi mekanisme yang mengandalkan harga.
 
D.  Untuk mempercepat investasi,Pemerintah akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyederhanakan Perijinan dengan mengefektifkan fungsi pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan menyederhanakan jenis-jenis perijinan yang menyangkut kegiatan investasi. Saat ini sudah dirumuskan penyederhanaan perijinan di bidang investasi hulu migas dari 69 jenis perijinan menjadi 8 perijinan
2. Mempercepat penerbitan Revisi Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) yang lebih ramah kepada investor.
3. Mempercepat program-program investasi berbasis agro (CPO, Kakao, Rotan), Mineral Logam (Bauksit, Nikel dan Tembaga) dengan memberikan insentif fiskal berupa Tax Hoiiday dan Tax Allowance serta percepatan renegosiasi kontrak karya dan PKP2B
4.  Debotlenecking penyelesaian masalah proyek-proyek investasi strategis yang menjadi proyek pembangkit tenaga listrik, migas, pertambangan mineral, infrastruktur.
 
Selain langkah-langkah diatas, kebijakan-kebijakan ini juga di lengkapi dengan paket kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan langkah-langkah antisipasi dari OJK.
 
Dengan dikeluarkannya paket-paket kebijakan ini, diharapkan pada triwulan ke III dan IV, defisit transaksi berjalan akan mulai menurun, Iklim dunia usaha tetap terjaga. Paket insentif dan perbaikan ikilm investasi yang diambil pemerintah ini juga akan membuat pertumbuhan ekonomi dapat tetap dijaga pada level yang realistis.
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan