[Siaran Pers] - Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Infrastruktur
Sabtu, 27 Oktober 2018 - 15:24
[Siaran Pers] - Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Infrastruktur
Sumber gambar : ekon.go.id
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
 
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Infrastruktur
 
Manado, 27 Oktober 2018
 
Membangun infrastruktur sama dengan membangun masa depan sebuah peradaban. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara lebih merata di seluruh tanah air, diharapkan tercipta konektivitas yang kuat antarwilayah. Tentunya, hal tersebut untuk menurunkan biaya logistik, memperkecil ketimpangan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat,  serta memupus kesenjangan ekonomi antar wilayah di Indonesia.
 
“Namun, satu hal yang perlu dicatat adalah diperlukan waktu yang tidak singkat untuk merasakan manisnya buah pembangunan infrastruktur, meskipun bukan berarti tidak ada manfaat yang bisa dirasakan dalam waktu singkat,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam talkshow “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Infrastruktur”, Sabtu (27/10) di Manado, Sulawesi Utara.
 
Wahyu menerangkan, salah satu manfaat yang sudah dapat dirasakan langsung adalah meningkatnya peringkat Indonesia pada beberapa indikator ekonomi. “Reformasi kebijakan untuk mendorong percepatan infrastruktur telah menaikan peringkat daya saing, performa logistik, dan angka kemudahan berusaha,” imbuh Wahyu yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).
 
Menurut laporan World Bank Group 2018, daya saing infrastruktur Indonesia berada pada peringkat ke-52 di tahun 2018, membaik dibanding tahun 2010-2013 yang berkisar di peringkat 70-an. Kemudian Indeks performa logistik yang memperhitungkan aspek dukungan infrastruktur bagi logistik juga meningkat dari kisaran 2,7 di 2010 menjadi kisaran 3,1 di tahun 2018.
 
Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) juga telah membuka lebar lapangan pekerjaan. Untuk menyelesaikan seluruh PSN, estimasi total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 394 ribu pekerja. Tenaga kerja yang paling banyak dibutuhkan oleh proyek PSN adalah lulusan pendidikan vokasi dan politeknik. Itu baru tenaga kerja langsung yang dibutuhkan, belum termasuk penyerapan tenaga kerja tidak langsung yang menjadi multiplier effect proyek PSN.
 
Sementara untuk manfaat jangka panjang, berdasarkan kajian yang dilakukan TuskAdvisory di tahun 2018, pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan PSN diprediksi dapat berdampak pada pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 7,2% pada tahun 2023 dan 9,3 % pada tahu 2030.
 
Tusk Advisory dalam kajiannya pun menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan menciptakan pemerataan ekonomi yang ditandai dengan turunnya koefisien gini hingga sebesar 3 poin serta akan menurunkan angka kemiskinan hingga sebesar 14,9 %. Hal ini semuanya dapat terealisasi dengan asumsi seluruh PSN telah selesai dibangun dan beroperasi secara tepat waktu sesuai jadwal.
 
Dalam kajian lain yang berjudul Evaluasi Dampak Pembangunan Infrastruktur Strategis Nasional yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), disebutkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 6,7% hingga 7,6% hingga tahun 2019.
 
“Pembangunan infrastruktur diyakini dapat memberikan tambahan produktivitas yang secara rata-rata per tahun lebih tinggi sebesar 5,63% dibandingkan dengan nilai produktivitas pada kondisi business-as usual,” tambah Wahyu.
 
Sejak Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang PSN diterbitkan, KPPIP telah melakukan evaluasi rutin pada setiap tahunnya terhadap keberlangsungan PSN. Dalam Perpres nomor 56 tahun 2018 disebutkan PSN berjumlah 223 Proyek + 3 program. Keseluruhan proyek memiliki estimasi nilai investasi sebesar Rp. 4.150 triliun.
 
Secara akumulatif dalam kurun waktu 2016 s.d September 2018 sebanyak 33 PSN telah selesai. Adapun pencapaian PSN pada bulan September 2018 adalah sebagai berikut:
 
a. 3 PSN telah selesai;
b. 46 proyek dan 1 program ketenagalistrikan dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi;
c. 24 proyek konstruksi dan akan mulai beroperasi di 2018;
d. 55 proyek konstruksi dan akan mulai beroperasi di 2019;
e. 37 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019;
f.  6 proyek dalam tahap transaksi; dan
g. 52 proyek dan 1 program industri pesawat dalam tahap penyiapan.
 
PSN yang telah rampung pada periode bulan Januari s.d Juni 2018 adalah:
 
1. Kereta Api Prabumulih – Kertapati (bagian dari jaringan Kereta Api Trans Sumatera;
2. Bendungan Raknamo, NTT;
3. Bendungan Tanju, NTB.
 
“KPPIP mengestimasikan bahwa pada kuartal ke 3 tahun 2019, total 66 PSN akan selesai serta 93 proyek + 2 program mulai beroperasi, dan seluruh PSN lainnya sudah masuk dalam tahap konstruksi,” pungkas Wahyu.
 
Acara ini merupakan bagian dari partisipasi Kemenko Perekonomian dalam kegiatan tahunan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-RM) 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2018 di Manado, Sulawesi Utara. Rangkaian acara Kemenko Perekonomian dalam PKN RM 2018 ini bertemakan “Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju” yang meliputi Pameran Kebijakan Ekonomi, 1 talkshow utama, dan 5 talkshow tematik program Kemenko Perekonomian dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. (ekon)
 
***
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
Website : www.ekon.go.id
Twitter & IG : @perekonomianRI
Email : humas@ekon.go.id
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan