[Siaran Pers] - Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi, Kemenko Perekonomian Kunjungi Daerah Tapal Kuda
Rabu, 21 November 2018 - 19:47
[Siaran Pers] - Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi, Kemenko Perekonomian Kunjungi Daerah Tapal Kuda
Sumber gambar : ekon.go.id
SIARAN PERS BERSAMA
 
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN & PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER
 
Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi, Kemenko Perekonomian Kunjungi Daerah Tapal Kuda
 
Jember, 21 November 2018
 
Pemerintahan Jokowi-JK telah melakukan upaya besar demi pemerataan dan penegakan keadilan sosial di Indonesia. Beragam kebijakan telah diluncurkan demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
 
Selain itu, transformasi struktural masih menjadi fokus Kabinet Kerja yang menyasar tiga hal fundamental, yaitu alokasi sumber daya, kebijakan yang berpihak, dan pemberdayaan pelaku ekonomi.
 
“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya membangun ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono dalam talkshow bertajuk Pencapaian Program Ekonomi Pemerintahan Jokowi & JK, Rabu (21/11) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
Di Kota Karnaval Dunia ini, Susiwijono menjelaskan fundamental ekonomi makro Indonesia yang tercatat relatif sehat dan kuat. Di tengah gejolak dan perlambatan ekonomi global, Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,17% di semester I tahun 2018, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi semester I tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,01%. Inflasi juga berhasil dikendalikan di bawah 4% selama 4 tahun terakhir.
 
Tak hanya sekedar tumbuh, ekonomi republik ini juga tumbuh berkualitas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 4 tahun ke belakang indikator sosial Indonesia membaik. Tingkat kemiskinan untuk pertama kalinya dalam sejarah berada di level satu digit, yaitu sebesar 9,82% di bulan Maret 2018. Rasio gini dan tingkat pengangguran di tahun 2018 juga menurun masing-masing kini berada di angka 0,389% dan 5,13%.
 
Kemudian, Susiwijono menerangkan bahwa meski sektor eksternal Indonesia juga mengalami tekanan karena dampak ekonomi global, cadangan devisa tetap memadai untuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar. Kendati pun mengalami pelebaran, defisit transaksi berjalan Indonesia masih berada pada rentang aman. Utang Luar Negeri (ULN) juga relatif terjaga, tumbuh pada tren yang menurun. Berdasarkan komposisinya sebagian besar adalah ULN jangka panjang.
 
Adapun tema Rencana Kerja Pemerintah 2019 adalah “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Tema tersebut mendasari 3 (tiga) arah kebijakan ekonomi Indonesia di tahun 2019. Pertama, pemerintah akan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tahun politik. Kedua, pemerintah akan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan eksternal. Ketiga, pemerintah akan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
 
Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah menetapkan beberapa program prioritas. Mulai dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Kebijakan Satu Peta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga E-Commerce.
 
“Ada juga Sistem Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ease of Doing Business (EoDB), Stabilisasi Harga, Kemitraan Ekonomi Umat, dan terobosan perizinan melalui Online Single Submission (OSS),” sambung Sesmenko Perekonomian.
 
Selain itu, lanjut Susiwijono, pemerintah juga masih akan mempercepat implementasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang di dalamnya ada Reforma Agraria, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, serta Ritel Modern dan Pasar Tradisional.
 
“Lalu untuk Paket Kebijakan Ekonomi (PKE), pemerintah baru saja meluncurkan paket ke-16. Paket ini berisi 3 (tiga) kebijakan meliputi Perluasan Tax Holiday, Relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan Peningkatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Hasil Sumber Daya Alam,” ujar Susiwijono.
 
Sementara Bupati Jember, Faida mengulas tentang kabupaten yang dipimpinnya.  Dari segi geografis, Kabupaten Jember merupakan daerah yang relatif subur sehingga cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan perkebunan.
 
Kata bupati yang berlatarbelakang pendidikan dokter ini, “Kabupaten Jember sendiri dapat diklasifikasikan sebagai daerah yang menganut tipe agraris karena sektor pertanian di Kabupaten Jember merupakan sektor yang memiliki peranan cukup besar dalam menunjang pembangunan daerah.”
 
Disisi lain, kabupaten yang dijuluki Kota Coffee, Cacao, Cigarette, dan Culture (4C) ini pun memilki berbagai potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan, seperti pertambangan, kelautan, peternakan, dan juga objek-objek wisata alam lainnya. “Dengan potensi dan kondusivitas daerah yang baik, Kabupaten Jember merupakan daerah yang layak bagi investor untuk menanamkan investasinya di kota kami,”tegas Faida.
 
Faida juga menyampaikan harapan, “Semoga kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini dapat memberikan motivasi dan dorongan semangat bagi kami untuk lebih giat melaksanakan sinergitas pusat dan daerah dalam pembangunan daerah dan pengabdian kepada masyarakat,”pungkasnya.
 
Sebagai rangkaian acara, Kemenko Perekonomian bersama Bupati Jember juga mengikuti acara peringaatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di Pondok Pesantren Darus Sholihin di Kecamatan Puger, Jember. Rombongan kemudian meninjau beberapa proyek Revitalisasi Pasar di Kabupaten Jember. (ekon)    
 
***
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
Website : www.ekon.go.id
Twitter & IG : @perekonomianRI
Email : humas@ekon.go.id
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan