[Siaran Pers]- SKB RI-Rusia ke-12 Perkuat Hubungan Ekonomi Kedua Negara
Jumat, 26 Oktober 2018 - 17:30
[Siaran Pers]- SKB RI-Rusia ke-12 Perkuat Hubungan Ekonomi Kedua Negara
Sumber gambar : ekon.go.id
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
 
SKB RI-Rusia ke-12 Perkuat Hubungan Ekonomi Kedua Negara
 
Rusia, 26 Oktober 2018
 
Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-12 RI-Rusia Bidang Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik dilaksanakan pada hari Jumat (26/10), di Rusia. Sidang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi RusiaDenis Valentinovich Manturov.Turut hadir dalam pertemuan ini delegasi dari kedua negara yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintahan serta sektor swasta dari kedua negara.
 
Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa isu antara lain: Perdagangan, investasi, pariwisata, serta program strategis di berbagai bidang kerja sama dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
 
Dari sektor perdagangan, di tengah kondisi global yang dipenuhi ketidakpastian, nilai perdagangan kedua negara masih menunjukan kemajuan yang menjanjikan. Menurut statistik perdagangan Indonesia, nilai total perdagangan bilateral pada tahun 2017 mencapai USD 2,52 milyar atau naik sebesar 19,43% dari tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 2,11 milyar. Sedangkan pada periode Januari s.d.Agustus 2018, total perdagangan bilateral mencapai USD 1,6 miliar atau naik sekitar 1,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
 
”Untuk itu, saya dan Denis Manturov telah bersepakat untuk terus bekerja keras dalam mencari terobosan dan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai perdagangan di masa mendatang termasuk dengan cara peningkatan perdagangan antara Indonesia dengan Rusia secara langsung. Hal tersebut menjadi penting karena selama ini sebagian kegiatan perdagangan antara kedua negara dilakukan melalui negara ketiga,”tutur Menko Darmin.
 
Selanjutnya pada bidang investasi, berdasarkan dari  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun 2017, Federasi Rusia menempati peringkat ke-38 dalam daftar negara mitra yang berinvestasi di Indonesia dengan nilai sebesar USD 7,4 juta dalam 62 proyek. Nilai ini meningkat 34,6% jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar USD 5,5 juta dalam 31 proyek.
 
Dalam SKB ini, Menko Darmin menekankan pentingnya perluasan akses pasar bagi produk dan komoditas pertanian dan perikanan, peningkatan investasi Rusia di Indonesia khususnya di bidang infrastruktur dan energi, upaya percepatan dimulainya negosiasi perdagangan bebas Indonesia dan Eurasian Economic Union yang akan dimulai dengan pembentukan Joint Study Group, dan perluasan kerja sama di bidang lain seperti pariwisata, kesehatan, dan industri.
 
”Guna memperkuat hubungan investasi antar dua negara, Indonesia mengundang Rusia untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia.Termasuk yang tercakup dalam Paket Kebijakan Ekonomi,insentif fiskal,serta kemudahan pengurusan izin berinvestasi yang terintegrasi dalam sistem Online Single Submission (OSS),”imbuh Menko Darmin.
 
Selain itu, dalam pertemuan SKB ke-12 RI – Rusia ini juga dibahas beberapa program strategis di berbagai bidang kerja sama dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara untuk meningkatkan berbagai kerja sama strategis pada bidang perdagangan, industri, investasi; energi; transportasi dan infrastruktur; teknologi informasi dan telekomunikasi; promosi budaya dan pariwisata; ilmu pengetahuan dan pendidikan; energi nuklir untuk tujuan damai; kesehatan; perbankan dan finansial; kelautan, perikanan dan pertanian; serta antariksa.
 
Kemudian, kerjasama sister cities/provinces (telah ada kerjasama sister cities/provincesantara Republik Bashkortostan dengan Provinsi Jawa Barat serta Provinsi Jawa Tengah dengan Sverdslovsk); kerjasama antar taman nasional (pihak Indonesia tertarik untuk bekerjasama dibidang pengembangan kapasitas untuk konservasi lingkungan, environmental services dan ekowisata); kerjasama bidang standardisasi (kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan MoU dibidang Standardisasi antara Rosstandart dan BSN); hingga kerja sama antar Kamar Dagang kedua negara.
 
Selanjutnya, pada pertemuan SKB kali ini juga telah disepakati pembentukan 3 Working Group (WG) yaitu WG on Banking and Finance, WG on Marine and Fisheries dan WG on Agriculture.
 
“Kami berharap dengan pembentukan WG dimaksud dapat mengintensifkan upaya peningkatan kerjasama antara kedua pihak,khususnya dibidang ekonomi pada masa mendatang,”tutur Menko Darmin.
 
Kesepakatan kerja sama strategis dalam berbagai bidang tersebut selanjutnya dituangkan dalam Agreed Minutesof the Twelfth Session of Intergovernmental Indonesian – Russian Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation.
 
Dalam rangka meningkatkan people-to-people contact serta pengembangan pariwisata maka maskapai Rossiya Airlines (anak perusahaan Aeroflot) akan melaksanakan penerbangan langsung Moskow – Denpasar pada tanggal 28 Oktober 2018 yang akan datang. Penerbangan ini akan dimulai dengan jadwal 3 (tiga) kali dalam seminggu.(ekon)
 
***
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
twitter: @perekonomianRI 
website: www.ekon.go.id
 
 
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan