[Siaran Pers] - Sokong Perekonomian Nasional, Pemerintah Ingin Kembangkan Sektor Riil Berbasis Syariah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 21:09
[Siaran Pers] - Sokong Perekonomian Nasional, Pemerintah Ingin Kembangkan Sektor Riil Berbasis Syariah
Sumber gambar : ekon.go.id
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
No. HM.4.6/106/SET.M.EKON.2.3/08/2019
 
Sokong Perekonomian Nasional, Pemerintah Ingin Kembangkan Sektor Riil Berbasis Syariah 
 
Jakarta, 23 Agustus 2019
 
Pemerintah berupaya memberdayakan semua potensi ekonomi domestik untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu potensi besar yang dimiliki Indonesia adalah ekonomi syariah. Berdasarkan data dari Islamic Finance Development pada tahun 2018, aset ekonomi islam tumbuh sebesar 11% menjadi 2,4 triliun USD. 
 
“Potensi ekonomi syariah yang sangat besar ini harus dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Ini penting untuk mendukung perekonomian kita melalui upaya yang lebih terkoordinasi dengan baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat memberikan arahan dan membuka Muktamar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) ke-4. 
 
Darmin meyakini untuk mewujudkan optimalisasi potensi tersebut, IAEI sangat diperlukan. Organisasi yang didirikan tanggal 3 Maret 2004 ini dirancang untuk menjadi wadah para pakar ekonomi islam dalam mengembangkan dan menerapkan ekonomi syariah di Indonesia. 
 
“IAEI harus mampu memainkan peran strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024,” sambung Darmin Nasution. 
 
Ia pun menerangkan, keuangan syariah akan lebih berkembang jika ada interaksi kuat dengan sektor riil, salah satunya melalui pengembangan Industri Halal seperti halal food, islamic fashion, halal pharmacy, islamic tourism, dan sebagainya. 
 
“Hal ini penting untuk meningkatkan value added kegiatan ekonomi berbasis syariah sehingga bisa meningkatkan share ekonomi syariah di dalam perekonomian nasional,” terang Menko Perekonomian. 
 
Data pun mencatat jumlah penduduk muslim di Indonesia adalah terbanyak di dunia, yaitu 232,5 juta jiwa atau 87,18% dari total populasi. Untuk mendukung pengembangan potensi besar ini, program vokasi dan entrepreneurship pada program-program pendidikan syariah amat diperlukan.
 
Selain memerlukan model pengembangan yang lebih sesuai dengan dinamika perekonomian global, ekonomi syariah juga membutuhkan sinergi antar otoritas (Pemerintah, BI, OJK, dan LPS) dengan pelaku usaha dan akademisi. 
 
Menko Darmin berpesan agar IAEI mampu menjadi ‘akselerator’ dan menjadi ‘repository knowledge’ dalam penyiapan SDM yang unggul di bidang Ekonomi Syariah. 
 
Pemerintah juga akan memainkan peran dalam pengembangan ekonomi, bisnis, dan keuangan syariah. Mulai dari penguatan sektor riil ekonomi syariah, peningkatan efisiensi keuangan syariah, dan penguatan penelitian ekonomi syariah. 
 
Hal lain yang dilakukan adalah dengan menerbitkan berbagai regulasi yang mengatur pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, inisiatif lainnya dilakukan dengan penyusunan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI).  
 
Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro selaku Ketua IAEI menyampaikan pentingnya penciptaan SDM di bidang ekonomi syariah, sekaligus pengembangan sektor riil berbasis syariah. 
 
“IAEI memang dirancang untuk menciptakan SDM di bidang ekonomi syariah. Organisasi ini memang harus berakar di kampus, tapi tidak boleh berhenti di situ. IAEI harus berani keluar menghadapi sektor riil untuk pembangunan manusia dan kesejahteraan umat,” pungkas Bambang. 
 
Acara bertajuk “Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia” ini turut dihadiri oleh  Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekretariat Jenderal IAEI Munifah Syanwani, serta pengurus dan anggota IAEI. (idc/iqb) 
 
***
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
Website: www.ekon.go.id
Twitter & Instagram: @perekonomianRI       
Email: humas@ekon.go.id
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan