[Siaran Pers] - Indonesia-Jerman Tandatangani Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan
Rabu, 24 Oktober 2018 - 15:29
[Siaran Pers] - Indonesia-Jerman Tandatangani Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan
Sumber gambar : ekon.go.id
Dokumen Lampiran
NoDeskripsiFilenameFilesize 
1Rilis MoU Vokasi Indonesia-Jerman - 24 Oktober 2018rilis-mou-vokasi-indonesia-jerman-24-oktober-2018.pdf240 KB
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
 
Indonesia-Jerman Tandatangani Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan
 
Jakarta, 24 Oktober 2018
 
Jakarta (24/10) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Trier Jerman (IHK Trier) tentang Implementasi Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan di Indonesia.
 
“Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan ini merupakan bagian dari Kerjasama Teknik Bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Jerman yang dibiayai oleh Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Sequa (organisasi pengembangan Jerman, red.),” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin.
 
Dasar dari program ini, lanjut Rudy, adalah persetujuan dari Kementerian Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Jerman (BMZ) nomor PN 2018.1001.9. tertanggal 30 November 2017. Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan ini juga tertera dalam Protokol Negosiasi Kerja Sama Pembangunan antara Indonesia dan Jerman tertanggal 17 – 18 Juli 2017.
 
Waktu yang disepakati untuk pelaksanaan program yang telah berjalan adalah tahap I dari tanggal 1 Februari 2012 sampai dengan tanggal 31 Januari 2018 yang diperpanjang dengan tahap II dari tanggal 31 Januari 2018 sampai dengan tanggal 31 Maret 2018. Kerja Sama Teknik Bilateral yang baru dilanjutkan terhitung setelah MoU ditandatangani sampai dengan tanggal 31 Maret 2021.
 
Rudy menerangkan inti program kemitraan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018-2021 ini. Program Kemitraan IHK Trier Jerman menitikberatkan pada 3 (tiga) hal berikut:
 
1. Pengembangan dokumen-dokumen / instrumen-instrumen untuk pendidikan kejuruan di industri,
 
2. Penetapan infrastruktur untuk kualifikasi pelatih tempat kerja,
 
3. Pemberdayaan organisasi-organisasi bisnis di Indonesia untuk koordinasi antara sekolah dan industri.
 
”Pengembangan pendidikan kejuruan sistem ganda berdasarkan contoh Jerman di Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran anak muda yang tinggi dan meningkatkan kompetensi keahlian. Kita harus memastikan dunia usaha dan dunia industri sendiri yang mengintegrasikan pembelajaran di perusahaan dalam pendidikan kejuruan sistem ganda,” tegas Rudy.
 
Program Kemitraan Tahun 2018 – 2021 ini, kata Rudy, menggandeng sisi industri yang selama ini kurang dilibatkan dalam pendidikan kejuruan dan mengembangkan struktur yang menyeluruh untuk organisasi-organisasi mitra di Indonesia, yang dijadikan sebagai contoh sukses untuk multiplikasi.
 
Kemudian, organisasi-organisasi mitra dari dunia usaha dan dunia industri di Indonesia juga diharapkan dapat menentukan target dan isi program secara signifikan. Karena itu, Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang secara konsisten digunakan dalam program.
 
Terakhir, pengalaman dan keahlian dari Jerman akan secara khusus disampaikan oleh para pelaku yang setiap harinya berkecimpung di bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan.
 
Sementara Kadin Indonesia serta Pusat Pelatihan Kadin Jawa Tengah (EduKadin) dan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Timur akan menjadi mitra Program Kemitraan 2018-2021 ini.
 
”Program ini juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait, program-program bantuan lainnya, sekolah-sekolah kejuruan, asosiasi-asosiasi profesi dan perusahaan-perusahaan terkait,” pungkas Rudy.
 
Hadir dalam kesempatan ini antara lain: Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit, Jan Grockauer, Chief Executive of Chamber of Commerce and Industry of Germany; Raffael Teck, The Representative of German Embassy. (ekon)
 
***
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
email: humas@ekon.go.id
twitterdan instagram: @perekonomianRI 
website: www.ekon.go.id
 
 
 
CATATAN
 
Hasil Program Kemitraan Tahun 2012 – 2018
 
Saat ini Indonesia sedang berada dalam tahap pengembangan pendidikan kejuruan sistem ganda. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2018, IHK Trier mendukung Kadin-Kadin dan Asosiasi-Asosiasi di Indonesia dalam mengembangkan “tempat belajar industri“, menghubungkannya dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mengintegrasikannya dalam sistem pendidikan kejuruan nasional.
 
Untuk itu, di beberapa provinsi di Indonesia sudah ada model-model yang sudah teruji, siap diterapkan, hemat biaya, dan sudah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat di Jakarta, antara lain:
 
1. Pelatihan Pelatih Tempat Kerja di Industri
 
a. Untuk mewujudkan pendidikan kejuruan yang profesional di “tempat belajar industri“ diperlukan pelatih tempat kerja yang memiliki kompetensi pedagogi di perusahaan. Untuk itu, IHK Trier dan Kadin-Kadin di Indonesia mengembangkan pelatihan dasar bagi pelatih tempat kerja di industri. Pelatihan yang telah disesuaikan dengan situasi di Indonesia tersebut berlangsung selama lima hari dan diakhiri dengan ujian.
 
b. Indonesia memiliki pelatih tempat kerja bersertifikat internasional di perusahaan-perusahaan. Sejak tahun 2015 telah dilaksanakan 15 kali pelatihan di tempat yang berbeda-beda dan disertifikasi 288 pelatih tempat kerja Indonesia.
 
2. Komunikasi antara SMK dan Industri
 
a. Pembelajaran teori di SMK dan praktik di industri membutuhkan koordinasi yang erat antara kedua tempat belajar tersebut. Oleh karena itu, sejak tahun 2016 IHK Trier memulai tujuh kemitraan (kelompok mitra – POKMI) antara SMK-SMK dengan industri-industri di Jawa Timur. Kemitraan-kemitraan tersebut menyelaraskan hal-hal yang dibutuhkan dalam pendidikan kejuruan, menyepakati penempatan para pemagang, dan membahas permasalahan-permasalahan pendidikan kejuruan yang muncul. Kemitraan-kemitraan tersebut saat ini didampingi oleh Kadin Jawa Timur.
 
b. Pembelajaran di dua tempat belajar yang berbeda (pengetahuan di SMK serta kemampuan dan keterampilan di industri) dikoordinasikan dan diselaraskan untuk menciptakan tenaga ahli yang memiliki kompetensi bertindak. Saat ini terdapat tujuh kerja sama tempat belajar yang sedang berjalan di Indonesia.
 
3. Upgrading Kurikulum SMK.
 
a. Tenaga-tenaga ahli profesional akan dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (Du/Di). Oleh karena itu, Du/Di harus dilibatkan dalam penyusunan kurikulum profesi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2012 IHK Trier mengembangkan sebuah model moderasi di mana SMK dan industri bersama-sama mengidentifikasi dan mengembangkan modul-modul tambahan untuk kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan pada kurikulum profesi terpilih.
 
b. Kurikulum SMK akan dilengkapi dengan muatan-muatan praktik yang dibutuhkan oleh Du/Di secara langsung tanpa birokrasi yang panjang. Kurikulum tersebut dapat diajarkan dengan tepat sesuai dengan kebutuhan Du/Di. Dengan demikian, nantinya lulusan akan memiliki kesempatan yang besar untuk dipekerjakan di industri dimana dia melaksanakan pendidikan kejuruan.
 
Target yang Ingin Dicapai melalui Program Kemitraan Tahun 2018 – 2021
 
1. Dokumen-dokumen / instrumen-instrumen pendidikan kejuruan di industri
 
a. Konsep pemasaran mengenai manfaat pendidikan kejuruan bagi industri;
 
b. Acara sosialisasi mengenai daya tarik pendidikan kejuruan di 15 provinsi;
 
c. 25 perusahaan menugaskan penanggung jawab untuk pendidikan kejuruan;
 
d. Uji coba tiga instrumen baru untuk pendidikan kejuruan (contoh: standar kelayakan, rencana pendidikan kejuruan perusahaan atau pengontrolan kesuksesan belajar) di 25 perusahaan.
 
 
2. Infrastruktur untuk kualifikasi pelatih tempat kerja
 
a. Pelatihan 60 master trainer Indonesia untuk pelatihan pelatih tempat kerja (AdA);
 
b. 2 modul tambahan khusus sesuai perkembangan di Indonesia untuk pelatihan pelatih tempat kerja;
 
c. 20 diseminasi untuk pelatihan pelatih tempat kerja (AdA) dengan 400 peserta;
 
d. Perencanaan untuk multiplikasi pelatihan pelatih tempat kerja (AdA) selanjutnya melalui Kadin Indonesia.
 
 
3. Pemberdayaan dunia usaha dan dunia industri untuk koordinasi antara sekolah dan industri
 
a. Penyusunan sebuah buku panduan untuk pendidikan kejuruan di tempat belajar industri serta materi-materi informasi untuk multiplikasi;
 
b. 10 perusahaan menjadi perusahaan pendidikan kejuruan, untuk itu dipilih 15 SMK;
 
c. Pembentukan 5 lembaga koordinasi di provinsi-provinsi yang berbeda;
 
d. 2 dari 5 lembaga koordinasi tersebut melaksanakan analisis kebutuhan mengenai pendidikan kejuruan;
 
e. Ketiga titik berat  di atas diterapkan secara terintegrasi di satu provinsi.
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan