Untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah sudah merumuskan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang mengakselerasi empat program hingga 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja Salah satu program unggulan adalah Penguatan Ekosistem Gig Economy yang menyasar Gen Z, dengan pilot project di DKI Jakarta pada 18 Desember 2025 yang bersamaan dengan Soft Launching AI Open Innovation Challenge yang akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2026.
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan perekonomian nasional untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Berbagai tekanan eksternal, mulai dari fragmentasi perdagangan global hingga perlambatan ekonomi dunia, menuntut kebijakan yang adaptif, konsisten, dan berorientasi jangka menengah–panjang agar momentum pertumbuhan nasional tetap terjaga.
Indonesia sebagai salah satu negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 285 juta jiwa menjadikan sektor pangan sebagai isu strategis yang berkaitan erat dengan ketahanan nasional. Stabilitas pasokan pangan menjadi prasyarat utama bagi keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga pengelolaan sektor pangan perlu dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, serta keamanan pangan bagi seluruh masyarakat.
Sebagai upaya strategis dalam menghadapi tantangan global, mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi, serta memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, sebelumnya Pemerintah telah merumuskan Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang terdiri dari 8 program akselerasi di tahun 2025, 4 program yang dilanjutkan pada tahun 2026, serta 5 program andalan Pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja. Paket kebijakan tersebut dirancang secara terintegrasi untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan sektor ketenagakerjaan nasional.
Pemerintah terus berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan daya beli masyarakat dan optimalisasi pasar domestik. Sepanjang tahun 2025, serangkaian perhelatan belanja nasional yang terdiri dari Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS), Belanja di Indonesia Aja (BINA), dan EPIC Sale berhasil mencatatkan performa impresif bagi roda perekonomian. Khusus untuk event yang di selenggarakan di akhir tahun guna memanfaatkan momentum liburan Nataru 2025, per 5 Januari 2026, ketiga program ini mencapai realisasi transaksi sebesar Rp122,28 triliun, melampui target yaitu Rp110 triliun.
Sektor pariwisata menunjukkan tren pemulihan yang sangat kuat, dapat dilihat hingga kuartal ketiga tahun 2025 kontribusi sektor itu terhadap PDB mencapai 3,96%. Indikator devisa pariwisata pada periode sama mencapai USD13,82 miliar, yang didukung oleh total penyerapan tenaga kerja pariwisata sebesar 25,91 juta orang. Sementara itu, per November 2025, jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yakni sebesar 13,98 juta.