Pemerintah terus memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan ekonomi global. Penguatan fundamental ekonomi, pengelolaan devisa hasil ekspor, serta penguatan tata kelola sektor keuangan menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga.
Indonesia dan Singapura melaksanakan pertemuan The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group (SOM 6WG) pada Kamis, (21/05). Pertemuan dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, sebagai Senior Official Indonesia, dan Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry Singapura Beh Swan Gin, sebagai Senior Official Singapura.
Guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan, Pemerintah akan terus memperkuat berbagai instrumen pembiayaan produktif. Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui penguatan industri penjaminan sebagai fondasi perluasan akses pembiayaan sekaligus penjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang luar biasa. Salah satu motor utamanya adalah kinerja ekspor, sehingga hasil dari aktivitas tersebut harus dipastikan benar-benar kembali dan memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri. Dalam hal ini harus diperkuat lagi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta tata kelola ekspor komoditas strategis terus dipersiapkan menjelang pelaksanaan pada 1 Juni 2026. Sejumlah instrumen regulasi lintas Kementerian/Lembaga tengah difinalisasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% (yoy). Capaian tersebut turut didukung oleh stabilitas harga yang tetap terjaga, tercermin dari inflasi nasional pada April 2026 sebesar 2,42% (yoy), atau masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.