Pemerintah terus memperkuat pengendalian inflasi pangan pascabencana melalui penguatan distribusi rantai pasok pangan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni melalui kolaborasi antara PT Pos Indonesia dengan Rumah Tani Nusantara. Upaya ini sekaligus guna memastikan kelancaran penyaluran komoditas pangan dari sentra produksi ke wilayah terdampak secara cepat, merata, dan efisien.
Meski dinamika perekonomian global masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid. Pemerintah terus memastikan stabilitas makroekonomi terjaga serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja perekonomian yang tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Berbagai tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan ekonomi global tidak menghalangi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah terus memperkuat posisi perdagangan internasional Indonesia di tengah dinamika global melalui diplomasi ekonomi yang aktif dan terukur. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kepentingan nasional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pemerintah terus memperkuat strategi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai dinamika global melalui peningkatan konsumsi domestik, penguatan sektor pariwisata, hingga pengembangan ekonomi digital.
Pada 15-16 Desember 2025 telah diselenggarakan Pertemuan Sherpa G20 ke-1 di Washington, D.C. yang dipimpin oleh Sherpa G20 Amerika Serikat (AS) Emory Cox yang juga menjabat Special Assistant to the President for International Economic Relations. Pada Pertemuan tersebut, Sherpa G20 AS menegaskan kembali isu prioritas Presidensi G20 AS yaitu, “Unleashing economic prosperity by limiting the burdens of regulations, unlocking affordable energy options, and pioneering new technologies and innovation”. Ketiga isu prioritas tersebut akan difokuskan pada solusi praktis yang mendorong pertumbuhan, menciptakan peluang, dan meningkatkan ekonomi global. AS juga mengembalikan filosofi “back to basic” dimana agenda G20 akan fokus pada isu ekonomi dan memastikan diskusi antar negara anggota sejalan dengan tujuan pendirian G20 untuk mempromosikan pertumbuhan dan kestabilan keuangan.