Pemerintah terus berupaya dalam pemerataan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat ketimpangan ekonomi masyarakat melalui tiga pilar utama, yaitu: (1) kepemilikan lahan, (2) kesempatan berusaha dan (3) peningkatan keterampilan Sumber Daya Manusia.
Kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat. Artinya, investasi merupakan komponen paling penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu, pemerintah berupaya mereformasi perizinan berusaha untuk memperbaiki iklim investasi.
Pemerintah kembali meremajakan perkebunan sawit rakyat Indonesia. Provinsi Riau menjadi lokasi ketiga program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) setelah sebelumnya dilaksanakan di Sumatera Selatan dan Sumatera Utara pada tahun 2017 lalu.
Hampir setengah dari total perempuan di Indonesia masih berada di luar sektor keuangan formal. Namun, eksklusi keuangan yang terjadi selama ini belum menyadarkan perempuan di Indonesia terhadap potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kehidupan mereka. Bahkan lebih daripada itu, inklusi keuangan dapat berkontribusi pada ekonomi yang lebih luas.
Keberhasilan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam 2 (dua) tahun terakhir tidak lantas mengendurkan kewaspadaan pemerintah dalam menghadapi kemarau. Sebaliknya, optimalisasi pencegahan karhutla senantiasa terus ditingkatkan.
Sudah tidak diragukan lagi jika di Indonesia, kopi menjadi komoditas penting yang disukai seluruh lapisan masyarakat. Angka pertumbuhan konsumsi kopi Indonesia per tahun mengalami peningkatan sebesar 6,3 persen dalam lima tahun terakhir.