Pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan produk yang memiliki daya saing dan potensi ekspor yang tinggi. Tak hanya produk-produk hasil industri, namun juga produk dari sektor lain seperti pertanian.
Pemerintah berkomitmen mengurangi defisit neraca perdagangan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih khusus, Pemerintah akan meningkatkan produktivitas aset industri petrokimia yang sudah ada. Untuk itu, salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan restrukturisasi PT Tuban Petrochemical Industries (TPI) atau TubanPetro.
Revolusi Industri 4.0 membawa beragam potensi bagi terakselerasinya pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif. Peta Jalan “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan pemerintah pada 4 April 2018 lalu menjadi arahan strategis dalam pembangunan industri nasional di masa depan.
Pemerintah merancang 3 (tiga) strategi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di tahun 2020. Pertama, penguatan neraca perdagangan. Kedua, penguatan permintaan domestik. Ketiga, transformasi struktural.
Di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia diestimasikan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 5% yaitu mencapai 5,05%. Sementara itu, inflasi diproyeksikan masih dalam sasaran dengan rentang proyeksi 3.0-3,1% (YoY).
Pemerintah memberi penghargaan bagi penyalur, penjamin, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, dan Pemerintah Daerah dengan kinerja terbaik dalam rangka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2019. Tahun ini, PT Bank Nasional Indonesia (BNI) Tbk. mendapatkan predikat sebagai Penyalur KUR Terbaik, sementara PT Jamkrindo ditetapkan sebagai Penjamin KUR Terbaik.