Perkembangan perekonomian nasional menunjukkan kinerja yang tetap solid di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 yang tetap terjaga dan bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah terus menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong akselerasi pertumbuhan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Seiring dengan perkembangan dinamika global yang masih berada dalam proses penyesuaian menuju keseimbangan baru, perekonomian Indonesia justru kian menunjukkan kinerja yang tetap kuat dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61% (yoy) pada Triwulan I-2026. Angka tersebut mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh, serta capaian yang melampaui sebagian besar negara G20 seperti China dan Korea Selatan, serta berada di atas proyeksi berbagai lembaga internasional.
Konektivitas internasional merupakan faktor kunci dalam pengembangan destinasi pariwisata yang berdaya saing, karena mendorong mobilitas wisatawan, masuknya devisa, hingga meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Sejalan dengan hal tersebut, penerbangan internasional menuju Pulau Belitung kembali beroperasi pada Minggu (3/05), setelah sebelumnya beberapa tahun terhenti. Momentum tersebut menandai babak baru bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan ekonomi daerah, serta sebagai implementasi dari arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mendorong pariwisata, salah satunya melalui koneksi langsung penerbangan internasional.
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi berbagai risiko, Pemerintah terus memperkuat fondasi perekonomian nasional melalui sinergi kebijakan ekonomi dan penegakan hukum yang terukur. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk pasar modal, agar tetap kredibel dan berdaya tahan
Pemerintah terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak investasi di sektor strategis. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto, bersama bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, dalam rangka meninjau pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur, Jumat (1/05).