Sumber ekon.go.id

Financial Close PLTU Batang Jawa Tengah 2x1.000 Megawatt dan Penandatanganan Lima (5) Proyek KPBU Jalan Tol

09 Jun 2016 21:24

Siaran Pers Bersama

Financial Close PLTU Batang Jawa Tengah 2x1.000 Megawatt
dan Penandatanganan Lima (5) Proyek KPBU Jalan Tol

 

Jakarta 9 Juni 2016 –  Presiden Joko Widodo menyatakan perjanjian enam proyek besar yang ditandatangani hari ini merupakan bukti nyata pemerintah dalam memenuhi kepentingan rakyat. Presiden berharap proses ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan perjanjian namun perlu dirampungkan sesuai target.

“Saya tidak ingin berhenti di tanda tangan saja, di lapangan pengerjaan pasti saya ikuti. Kita semuanya berharap rakyat bisa merasakan manfaatnya secara langsung”, ujar Presiden saat menyaksikan penandatanganan perjanjian atas 6 (enam) Proyek Infrastruktur Strategis Nasionaldan Proyek Prioritas, Kamis (9/6), di Istana Negara.

Partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur sangat diperlukan karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lima dari enam proyek yang kita rayakan hari ini merupakan contoh sukses partisipasi pihak swasta dalam proyek infrastruktur kepentingan umum melalui penerapan skema proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)”, ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada kesempatan yang sama.

Penandatanganan perjanjian 6 (enam) Proyek Infrastruktur Strategis Nasional dan Proyek Prioritas itu terdiri dari Financial Close proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah yang mendapatkan penjaminan pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII)  dan 5 (lima) proyek jalan tol yang 3 (tiga) di antaranya juga mendapatkan penjaminan pemerintah melalui PT PII.

Selain Menko Perekonomian selaku Ketua KPPIP, hadir juga dalam acara ini antara lain Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Pekerjaan Umum danPerumahan Rakyat (PUPR) M Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Proyek PLTU Batang 2 x 1,000 megawatt (MW) dengan nilai investasi sekitar Rp 40 trilliun mendapat kucuran dana dariJapan Bank for International Cooperation (JBIC) dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku Badan Usaha. Dengan tercapainya financial close ini maka proyek PLTU ini dapat segera dibangun.

Di saat bersamaan, dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dengan Badan Usaha pemenang lelang, Perjanjian Penjaminan antara Badan Usaha dan PT PII serta Perjanjian Regres antara PT PII dan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), yang meliputi 3 (tiga) ruas jalan tolyaitu Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda dan Pandaan-Malang.

Ruas Tol Manado-Bitung terbentang sepanjang 39 km, Balikpapan-Samarinda sepanjang 99 km, Serpong-Balaraja sepanjang 30 km, Pandaan-Malang sepanjang 38 km, dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 185 km dengan total nilai proyek sekitar Rp 48,8 triliun.

Penandatanganan ini merupakan langkah pemerintah dalam mendorong peningkatkan pertumbuhan sosial/ekonomi, penciptaan lapangan dan meningkatkan konektifitas antardaerah. (ekon)

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Email: humas.ekon@gmail.com
Twitter: @perekonomianRI 
Website: www.ekon.go.id


Bagikan di | Cetak | Unduh