Sumber ekon.go.id

Pemerintah Rumuskan Strategi Peningkatan Produksi dan Distribusi Tanaman Pangan Sumatera Selatan

09 Feb 2021 12:50

Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menginisiasi kajian bertajuk “Menjaga Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Pertanian” pada tahun 2020.

Salah satu temuannya, Provinsi Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan merupakan wilayah dengan kontribusi cukup tinggi terhadap PDB sektor pertanian nasional, namun juga terdampak cukup besar oleh Pandemi Covid-19.

“Berangkat dari hal tersebut, kami menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang strategi peningkatan produksi dan distribusi tanaman pangan Sumatera Selatan. Provinsi ini masuk di kategori high priority karena berperan besar, tapi juga terdampak besar, “ ujar Asisten Deputi (Asdep) Pangan Kemenko Perekonomian, Muhammad Saifulloh, Selasa (9/2) di Palembang.

Saifulloh memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,15% di triwulan III 2020 dan 2,59% di triwulan IV 2020.

“Untuk subsektor tanaman pangan, meskipun sempat mengalami kontraksi sebesar -10,3% pada triwulan I 2020, kembali mencatat kinerja positif pada triwulan-triwulan berikutnya,” terang Asdep Saifulloh.

Pada triwulan II 2020, lanjutnya, meningkat secara signifikan sebesar 9,2%. Pertumbuhan positif subsektor tanaman pangan ini didorong oleh pergeseran musim tanam yang mengakibatkan puncak panen padi terjadi pada triwulan II 2020.

Kemudian pada triwulan III 2020, panen raya kedua tanaman padi menjadi kontributor utama pertumbuhan positif subsektor tanaman pangan. Pertumbuhan positif di subsektor tanaman pangan ini berlanjut hingga triwulan IV 2020.

Sementara data BPS menyebutkan, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Selatan untuk sektor pertanian pada triwulan IV 2020 tumbuh sebesar 3,49% (yoy) dan subsektor tanaman pangan mengalami pertumbuhan sebesar 6,47%.

Untuk itu, Asdep Pangan Kemenko Perekonomian melihat pentingnya peningkatan produksi, pengembangan pemasaran, serta distribusi tanaman pangan untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan subsektor tanaman pangan Sumatera Selatan.

“Evaluasi, analisis, dan perumusan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan produksi,  pengembangan pemasaran, dan distribusi tanaman pangan amat diperlukan dan akan kita diskusikan dalam FGD ini,” tutur Saifulloh.

Hal yang juga tak kalah penting adalah rumusan mekanisme koordinasi dan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. “Rumusan-rumusan ini yang akan kita gunakan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan,” pungkasnya.

Hadir pula sebagai narasumber dalam kesempatan ini antara lain: Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, dan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. (idc/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh