Sumber ekon.go.id

Menko Perekonomian Mendapat Penghargaan Brevet Hiu Kencana

06 Sep 2014 21:41

Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali mengangkat warga kehormatan kapal selam dan melakukan penyematan brevet Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Chairul Tanjung, DEA, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Dr. Mari Elka Pangestu, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kabappenas) Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, yang dilaksanakan di perairan Selat Sunda, Sabtu (6/9).

Pada kesempatan tersebut Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menparekraf Dr. Mari Elka Pangestu, dan Kabappenas Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, mendapat kesempatan berlayar dengan KRI Nanggala-402 yang dikomandani Mayor Laut (P) Hari Setyawan, S.E., (lulusan AAL angkatan 43) menyelam di kedalaman 25 meter di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda.

Pelayaran perdana mereka dengan kapal selam TNI AL tersebut didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim, Pangarmabar Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Aryatmaja, S.E., dan Komandan Satuan Kapal Selam Koarmatim Kolonel Laut (P) Purwanto. Ketiga pejabat negara tersebut melaksanakan peran berlayar dan bertempur di kapal selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi, salah satu diantaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Sesuai melaksanakan pelayaran dan penyelaman, selanjutnya Menko Perekonomian, Menparekraf, dan Kabappenas diangkat sebagai warga kehormatan kapal selam TNI AL, yang ditandai dengan penyematan brevet kehormatan “Hiu Kencana” di dada sebelah kanan oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, selaku inspektur upacara. Penyematan tersebut dilakukan dalam suatu upacara di bawah air di dalam lambung kapal selam yang berlayar di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda pada kedalaman 13 meter.

Dalam amanatnya, Kasal menyampaikan bahwa upacara penyematan brevet kehormatan “Hiu Kencana” yang diselenggarakan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari jajaran TNI Angkatan Laut kepada ketiga pejabat tersebut atas jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan diangkatnya Menko Perekonomian, Menparekraf, dan Kabappenas sebagai warga kehormatan kapal selam, maka hingga saat ini sudah sebanyak 135 orang pejabat yang diangkat menjadi warga kehormatan kapal selam dan berhak menerima brevet kehormatan “Hiu Kencana”.

Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam, dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya. Setiap personel yang akan memasuki kapal selam, terlebih dahulu harus dicek kesehatannya oleh dokter spesialis hyperbaric, sebagai salah satu persyaratan yang mutlak dilaksanakan. “Hal ini karena tekanan yang ada di dalam kapal selam berbeda dengan tekanan ketika berada dalam ruangan kapal atas permukaan. Sehingga personel yang masuk kapal selam ketika berlayar perlu dibatasi,” ujar Kasal

aKetiga menteri yang menerima brevet adalah Chairul Tanjung (Menteri Koordinator Perekonomian), Armida Alisjahbana (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas), dan Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

"Kami bangga sekali memberikan simbol kebanggaan Brevet Hiu Kencana kepada tiga menteri ini sebagai bagian dari keluarga besar prajurit istimewa ini," papar Laksamana TNI Marsetio.

Dia pun menjelaskan, mengapa ketiga menteri tersebut layak mendapat penghargaan. "Contohnya, Menko Perekonomian yang sudah memberikan atensi anggaran pada renstra pertama. Terlebih saat ini kita membangun tiga buah kapal selam di Korea. Begitu juga dengan Kepala Bappenas, bagaimana beliau merencanakan pembangunan nasional tidak hanya untuk kapal selam dan kapal atas air, tapi juga kebutuhan tempur lainnya," sambungnya.

Sementara Mari Elka Pangestu dinilai berjasa mempromosikan KRI Dewa Ruci. "Untuk Ibu Mari sendiri, karena beliau telah mempromosikan pariwisata terutama dalam kegiatan Dewa Ruci pada saat melakukan misi diplomasi keliling dunia," kata dia.

Menanggapi penghargaan tersebut, Chairul Tanjung mengaku sangat senang. Dia pun mengungkapkan rencana pemerintah membeli beberapa unit kapal selam.

"Pada zaman kejayaannya dulu, angkatan laut kita pernah memiliki 12 armada kapal selam. Namun, saat ini sudah memiliki dua kapal selam, tapi insya Allah dalam tahun 2017 sudah akan datang tiga lagi. Dan dalam renstranya akan kembali memiliki 12 kapal selam," kata Chairul Tanjung di lokasi yang sama.

 


Bagikan di | Cetak | Unduh