KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
Perbaiki Harga pangan, Pemerintah Perbaiki Struktur Pasar
Jakarta, 15 Juni 2016
Pemerintah serius membenahi penurunan harga sembako yang terus menanjak selama bulan Ramadan. “Kita ingin cek sampai di mana pergerakan harga pangan karena waktunya semakin dekat menjelang Lebaran,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka rapat koordinasi tentang harga pangan di kantor Menko Perekonomian, Rabu (15/6).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Meneg BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Thomas Lembong serta Kepala Bulog Djarot Kusumayakti.
Memasuki minggu kedua bulan Juni 2016 ini harga komoditas pangan secara nasional dan pada umumnya mengalami kenaikan cukup drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Harga komoditas yang naik di atas 1% antara lain daging ayam boiler 6.63%, telur ayam ras 6,81%, gula pasir 5,64%, cabe rawit merah 4,41%, cabe merah keriting 4,12%, cabe merah besar 4,01%, daging sapi 1,9%, dan bawang putih 1,62%.
Dapat disimpulkan, secara garis besar, harga beras relatif aman. Namun harga daging sapi dan gula pasir ada penurunan sedikit dari minggu lalu, namun belum membaik. Yang muncul belakangan dan harganya naik adalah daging ayam dan telur. Adapun cabe, baik cabe keriting, cabe rawit merah maupun cabe merah besar, harganya mulai turun.
Pemerintah tentu saja akan mengambil langkah cepat dan strategis untuk mengatasi berbagai lonjakan harga pangan ini, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Namun di sampin itu, disadari bahwa pelonjakan harga bahan pokok juga terjadi karena struktur pasar yang kurang sehat.
“Strategi jangka menengah harus dibuat dan harus dirapatkan tersendiri, karena itu banyak membahas zonasi, komunitas dan banyak hal lain,” imbuh Darmin. Selain struktur pasar yang kurang sehat, Kepala Bulog juga menggarisbawahi persoalan pasar induk yang ada di Indonesia yang lebih mirip seperti pasar ritel besar.
“Yang mendekati pasar induk yang baik itu adalah pasar induk beras, sementara pasar induk lain, seperti pasar induk kramat jati, lebih mirip pasar ritel besar. Para pemain pasar ritel besar ini mengatur harga melalui handphone dan berada di luar pasar. Adapun pasar beras, pemainnya duduk dan berada di pasar tersebut sebagai pedagang,” kata Kepala Bulog Djarot Kusumayakti.
Setelah memantau perkembangan harga bahan pokok, rakor lannjutan akan dilakukan untuk membahas komoditas yang lebih detil, yaitu soal cabai dan bawang. (Ekon)
HumasKementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Email: humas.ekon@gmail.com
Twitter: @perekonomianRI
Website: www.ekon.go.id