Sumber ekon.go.id

Atasi ketidakpastian Pasokan dan Harga, Pemerintah Andalkan  Kemitraan Closed Loop Komoditas Hortikultura

24 Mar 2021 18:52

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS

HM.4.6/49/SET.M.EKON.3/03/2021
 
Atasi ketidakpastian Pasokan dan Harga, Pemerintah Andalkan 
Kemitraan Closed Loop Komoditas Hortikultura

Sukabumi, 24 Maret 2021

Sektor Pertanian di tahun 2020 merupakan satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 1,75% dengan kontribusi sebesar 13,70% terhadap PDB nasional, terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan (19,88%). Sub sektor hortikultura menunjukkan pertumbuhan tertinggi dibanding komoditas pertanian lainnya, yaitu tumbuh 4,17%, dengan kontribusi sebesar 11,84%. Sedangkan sub sektor tanaman pangan tumbuh 3,54% dan sub sektor perkebunan tumbuh 1,33%.

Di sisi lain, komoditas hortikultura masih sering menghadapi persoalan missmatch antara produksi dan pemasaran yang terjadi karena adanya time lag yang cukup panjang antara waktu penanaman dengan saat produk dikonsumsi. Dengan begitu, petani belum dapat memenuhi keinginan pasar. Akibatnya, baik petani maupun konsumen sering menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga.

Untuk mengatasi ketidakpastian tersebut, pemerintah menyelenggarakan acara Penanaman Perdana Program Kemitraan Closed Loop Komoditas Hortikultura di Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (24/3).

“Pemerintah memastikan akan terus mendukung berbagai inisiatif sinergi dan kolaboratif seperti inklusif closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker diharapkan menjadi lesson-learned bagi petani hortikultura”, ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian Yuli Sri Wilanti.

Acara ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo dalam acara Food Security Summit ke-5 pada tanggal 18 November 2020. Program yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi ini membudidayakan cabai rawit merah sebagai komoditi utama serta budidaya buncis dan sawi putih sebagai komoditi tanaman tumpang sari pada lahan pilot project closed loop seluas 1,3 Ha. 

“Pengembangan kemitraan closed loop hortikultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir yang terintegrasi dan bersifat end to end model, di mana petani diajarkan budidaya sesuai good agricultural practices dengan memperhatikan pola tanam, pola panen, penanganan pasca panen hingga distribusi dan pemasaran untuk menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar”, tutur Yuli, sesuai arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Program pengembangan kemitraan closed loop ini menjadi program prioritas nasional dan diharapkan menjadi success story yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Kemenko Perekonomian akan mengoordinasikan melalui integrasi kebijakan, serta memfokuskan upaya meningkatkan program kemitraan petani dalam skala yang lebih besar, dalam lahan yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak petani, sebagaimana arahan Presiden bahwa closed loop ini diharapkan mampu melibatkan 2 juta petani swadaya di tahun 2023. 

Dalam acara tersebut terdapat penyerahan secara simbolis peralatan sarana dan prasarana pertanian berupa mesin cultivator, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani, cold storage, bantuan sewa gudang, bantuan distrisbusi, benih, pupuk, pestisida, dan perlindungan tanaman kepada para petani closed loop serta ditutup dengan kegiatan penanaman perdana dan foto bersama.

Turut hadir para stakeholders antara lain: Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Kemenko Bidang Perekonomian; Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian; Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan; Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi; Ketua Komite Tetap Hortikultura, KADIN Indonesia; Executive Director Mercy Corps Indonesia; Ketua Poktan Tani Mandiri Kabupaten Sukabumi; Perwakilan dari  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; Perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait; Perwakilan dari  Institut Pertanian Bogor, PT. Pupuk Kujang, PT Bank Negara Iindonesia, PT East West Seed Indonesia, dan PT Syngenta Indonesia. (dep2/map/fsr) 

***

Kepala Biro Komunikasi, Layananan Informasi, dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter & Instagram: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id


Bagikan di | Cetak | Unduh