Sumber ekon.go.id

Pengembangan Perbenihan Hortikultura Nasional untuk Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani

26 Apr 2021 10:18

Sebagai bagian dari pengembangan agribisnis hulu-hilir komoditas hortikultura, peran industri perbenihan sangat penting dan strategis untuk meningkatkan produktifitas, menghasilkan pangan yang sehat dan peningkatan pendapatan petani. Sehubungan dengan hal tersebut, Deputi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Yuli Sri Wilanti beserta tim melakukan kunjungan ke unit fasilitas produksi benih sayuran dan buah PT East West Seed Indonesia (EWINDO) di Desa Benteng Kec. Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (23/4).

“EWINDO adalah perusahaan benih holtikultura terbesar di Indonesia yang mendukung pengembangan benih nasional,” kata Yuli Sri Wilanti.

EWINDO yang telah beroperasi selama 30 tahun tersebut merupakan perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia yang menghasilkan benih unggul melalui kegiatan pemuliaan tanaman. EWINDO telah memproduksi berbagai macam benih mulai dari sayuran, buah-buahan dan bunga. Keunggulan benih sayuran dan buah dari EWINDO adalah memiliki daya adaptasi yang baik, hasil produksi maksimal dan tahan terhadap hama. Hal ini berkat adanya fasilitas riset dan pengembangan yang lengkap dan modern serta didukung SDM yang profesional.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Deputy Managing Director EWINDO Afrizal Gindow menjelaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak investasi di bidang perbenihan, khususnya dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas serta terobosan dalam produksi benih secara masal, berkualitas dan berdaya saing.

Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang akan mempermudah, menyinkronkan dan mengefektifkan peraturan yang terlalu besar yang seringkali menghambat kegiatan bisnis Indonesia. Dengan diterapkannya Undang-Undang Cipta Kerja, ke depannya investasi diharapkan dapat meningkat.

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja tersebut, Afrizal Gindow menyatakan bahwa EWINDO seringkali mengajak para investor luar negeri untuk melakukan penanaman modal hortikultura di Indonesia.

“Hingga saat ini EWINDO telah melakukan kemitraan dengan 7.000 petani penangkar benih hibrida hortikultura di beberapa wilayah di Indonesia dan menyediakan tenaga penyuluh mandiri untuk memastikan standar operasional prosedur dilaksanakan oleh petani penangkar mitra. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan dalam produksi benih karena tidak semua benih dapat diproduksi di Indonesia” kata Afrizal.

Permasalahan iklim dan teknologi merupakan kendalanya. Selain itu juga sebab adanya benih yang tidak efisien jika diproduksi karena tingkat kesulitan tertentu sehingga biaya produksi menjadi sangat mahal.

Asdep Pengembangan Agribisnis Hortikultura dalam kunjungan tersebut menekankan agar benih yang berasal dari luar dan dapat dijadikan benih sebar dalam mendukung ekspor dan ketahanan pangan di dalam negeri dapat diberikan kemudahaan ijin pemasukan.

“Dukungan kerjasama EWINDO terhadap program yang dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian seperti kemitraan closed loop hortikultura dan pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor diharapkan juga dapat semakin besar dan berkelanjutan,” pungkas Yuli Sri Wilanti. (dep2/ltg/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh