Sumber ekon.go.id

Sinergi Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2021 Provinsi Jawa Barat

30 Apr 2021 16:53

Jelang Ramadan dan lebaran tahun 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk lebih mendorong pemulihan ekonomi, sekaligus tetap melakukan penanganan COVID-19 secara ketat. Pemerintah menjadikan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun 2021 ini sebagai momentum untuk mengungkit ekonomi di kuartal II-2021, dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Covid-19.

Fenomena menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada umumnya terjadi kecenderungan kenaikan harga pangan pokok, dimana pelaku pasar/pedagang cenderung menaikkan harga komoditi karena biasanya terjadi lonjakan permintaan dari konsumen. Untuk menghadapi hal tersebut, Pemerintah melakukan upaya Stabilisasi Pasokan Pangan Pokok dan Stabilisasi Harga Pangan Pokok.

Tentang pangan, berdasarkan tren tahun sebelumnya, harga akan bergerak naik pada 2 (dua) pekan sampai dengan Idulfitri. Pasokan perlu dijamin agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga selama dan setelah Ramadan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk melakukan monitoring harga sebagai indikasi kelangkaan pasokan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian M. Saifulloh yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud dalam Rapat Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/4).

Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi menjadi barometer perekonomian Jawa Barat. Pada bulan Maret 2021 mencatatkan inflasi sebesar 0,15%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi Jawa Barat sebesar 0,01%. Berdasarkan pemantauan harga pangan pokok strategis, pada umumnya dalam kondisi stabil, hanya terdapat beberapa komoditi yang mengalami tren kenaikan, antara lain: daging sapi, bawang merah dan cabai rawit merah.

“Kami setiap hari melakukan pemantauan dan pelaporan harga bahan kebutuhan pokok di 5 (lima) pasar pantauan di Kota Bandung” ungkap Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Khairi.

Perwakilan Perumda Pasar Juara menyampaikan transaksi bahan pangan cenderung meningkat menjelang lebaran. Hal ini berdasarkan pemantauan di pasar dan transaksi online market pengantaran ke rumah-rumah konsumen. Sementara itu di Kabupaten Cirebon pasokan pangan relatif aman.

“Beras, bawang merah, gula pasir dan daging ayam ras dapat dipenuhi dari produksi lokal Cirebon,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon H. Muhidin. Ditambahkan oleh Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Badan Pusat Statistik Kadarmanto, Cirebon merupakan 3 (tiga) besar sentra produksi Bawang Merah di Jawa Barat.

Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang sebagai sentra produksi beras menginformasikan bahwa produksi padi pada awal tahun 2021 relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga gabah yang sesuai harga pokok penjualan (HPP). Kondisi tersebut memberikan sinyal positif dalam pengendalian inflasi kedepan, mengingat komoditas beras memberikan andil besar terhadap perhitungan inflasi.

Diskusi dalam rapat koordinasi tersebut menghasilkan bebarapa rekomendasi yaitu keberlanjutan sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD selama Ramadan sampai dengan pasca Idulfitri, daging sapi dan cabai rawit merah merupakan komoditas yang perlu mendapat perhatian lebih dalam stabilisasi harga dan kebijakan pengendalian inflasi pangan perlu memperhatikan kesejahteraan petani disamping daya beli masyarakat.

Selain itu, pemetaan stok pangan sampai ke tingkat kota/kabupaten juga perlu dilakukan untuk memetakan daerah surplus dan defisit stok pangan sebagai basis data penyediaan pangan. Selanjutnya, perlu dilakukan operasi pasar komoditas pangan dan subsidi biaya distribusi sebagai langkah pengendalian harga pangan yang mengalami lonjakan, dan perlu juga dilakukan optimalisasi kerjasama antar daerah dalam pemenuhan pangan dengan dukungan digital market.

Sebagai informasi, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Sekretariat Kabinet, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BPS, Pemprov Jawa Barat, Pemkab dan Pemkot Provinsi Jawa Barat, Perum BULOG, Perwakilan Bank Indonesia, PD Pasar Bermartabat Bandung dan Akademisi. (dep2/ltg/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh