Sumber ekon.go.id

Sinergi Pemerintah dan UGM dalam Penajaman Priority Economy Deliverables (PED) Indonesia di ASEAN 2023

05 May 2021 13:00

Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman yang diwakili oleh Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Netty Muharni mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu upaya sinergi penajaman Priority Economic Deliverables (PED) Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023, Senin (3/4). Kunjungan ini menindaklanjuti usulan-usulan yang disampaikan UGM dalam Focus Grup Discussion (FGD) Keketuaan Indonesia di ASEAN yang dilaksanakan, Jumat (30/4). Dalam FGD tersebut Rektor UGM Panut Mulyono mengusulkan tentang masyarakat 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence), industri 4.0, big data serta sains dan teknologi.

“Perlu adanya PED yang strategis agar dapat menjadi legacy Keketuaan Indonesia seperti sebelumnya dalam Penetapan Sekretariat ASEAN di Jakarta yaitu terbentuknya tiga pilar ASEAN. Pemerintah berharap UGM yang selama ini aktif dengan Pusat Studi Asean (PSA) yang dimiliki dapat terlibat lebih dalam lagi dalam penajaman PED tersebut,” kata Netty.

Sehubungan dengan hal tersebut, Panut Mulyono menyatakan bahwa UGM siap berkontribusi dalam penajaman PED Indonesia di ASEAN 2023. Panut juga mengatakan bahwa UGM sepakat untuk menggerakkan berbagai PSA di Indonesia. Rencananya akan diadakan FGD dengan tema ASEAN yang akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

“UGM mempunyai perhatian terhadap implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang dalam hal ini pakar lintas disiplin ilmu seperti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Poltik, PSA, Pusat Studi Asia Tenggara (PSAT) dan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) dapat terlibat di dalamnya. Kepakaran dan kelengkapan berbagai disiplin ilmu inilah yang menjadi keunggulan UGM,” tutur Panut.

Selanjutnya, Direktur Kemitraan, Alumni dan Urusan Internasional UGM Danang Sri Hadmoko menyampaikan bahwa selama ini keterlibatan UGM dengan isu ASEAN cukup intensif. Pada tahun 2019, Kementerian Luar Negeri menggandeng UGM untuk merumuskan ASEAN Identity. UGM juga banyak memberikan hibah grant dan beasiswa kepada mahasiswa asing. Saat ini di tahun 2021, tercatat hampir 3.000 orang mahasiswa asing kuliah di UGM. Banyaknya mahasiswa asing yang menjadi alumni UGM menguntungkan bagi UGM dan Indonesia dari segi upaya diplomasi dengan mengenalkan budaya dan value Indonesia di berbagai negara.

Mengakhiri pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerjasama penajaman PED Indonesia di ASEAN 2023. (dep7/ltg/fsr/hls)

                                                                                                           


Bagikan di | Cetak | Unduh