Sumber ekon.go.id

Halalbihalal Idulfitri Kemenko Perekonomian 2021: Kembali Suci sekaligus Produktif

15 May 2021 13:46

Masih dalam suasana peringatan Hari Raya Idulfitri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Ibu Yanti Isfandiary Airlangga Hartarto, melaksanakan Halalbihalal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 15 Mei 2021 atau 3 Syawal 1442 H ini.

Menko Perekonomian menyatakan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dengan seluruh Pejabat dan pegawai Kemenko Perekonomian meskipun secara virtual. “Saya yakin ini tidak akan mengurangi makna dan hikmah dari Halalbihalal Idulfitri ini,” katanya.

Ia pun mendoakan agar segala amal ibadah semua jajaran Kemenko Perekonomian selama bulan puasa lalu dapat diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT, serta semua khilaf dan dosa mendapat ampunan dari Allah SWT.

“Di hari yang suci ini adalah momen yang baik untuk kita semua, agar dapat berbesar hati, saling memberikan maaf atas kekhilafan dan kesalahan, agar bisa kembali suci. Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya juga menyampaikan permohonan maaf, baik lahir maupun batin, atas segala kekhilafan dan kekurangan selama kita berinteraksi di dalam pelaksanaan tugas selama ini,” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengapresiasi seluruh jajaran Kemenko Perekonomian yang mematuhi larangan mudik dari pemerintah. Bahkan dalam Halalbihalal virtual ini hadir tidak kurang dari 600 orang. “Mungkin di antara kita ada yang kecewa karena tidak dapat pulang kampung (mudik). Saya memahami dan turut merasakan kekecewaan itu. Namun demikian, yakinlah itu semua demi kebaikan bangsa dan keselamatan kita bersama,” tuturnya.

Meskipun tidak dapat mudik, dengan kemajuan teknologi, kita masih bisa bertegur sapa dan berbagi kabar, mengobati kerinduan dengan saudara-saudara di kampung halaman. Ketaatan untuk tidak mudik ini sangat membantu menekan persebaran Covid-19. Pasalnya, kita sudah belajar dari pengalaman libur panjang lebaran atau mudik di 2020 lalu yang telah mengakibatkan kenaikan kasus hingga 70%-90%.

Dalam kesempatan tersebut juga, Menko Airlangga mengajak semuanya untuk peduli dan tidak menutup mata terhadap tindakan kekerasan dan agresi Israel ke Palestina, yang dilakukan pada saat momen perayaan Idulfitri ini.

“Pemerintah Indonesia telah menyatakan sikap tegas terhadap meluasnya ketegangan dan kekerasan di Palestina. Sudah sepatutnya kita turut memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah ini dengan melakukan berbagai langkah dukungan dan memanjatkan doa untuk keselamatan Rakyat Palestina,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Menko Airlangga berharap kepada seluruh jajaran Kemenko Perekonomian supaya dapat tetap produktif dalam bekerja serta membuat berbagai inisiatif dan terobosan dalam menjalankan program-program pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 ini.

“Semoga Allah SWT memberikan anugerah kesehatan dan kemampuan kepada kita, untuk menjalankan tugas-tugas mulia yang diamanahkan, berbakti dan mengabdi untuk bangsa dan negara. Namun, tetap tak lupa menerapkan Prokes 3M selama bekerja sehari-hari. Insya Allah kita akan menang melawan Covid-19 dan bersama-sama membangkitkan perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso juga memberikan ucapan Idulfitri yang mewakili seluruh jajaran Kemenko Perekonomian. “Semoga amalan di Ramadan kemarin diterima Allah SWT, dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang dalam suasana yang lebih baik lagi.”

Sesmenko juga menjelaskan bahwa seluruh pegawai Kemenko Perekonomian taat terhadap larangan melakukan perjalanan mudik, sehingga diharapkan dapat menjadi “pahlawan” dan berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan dan keselamatan orang lain juga.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ucapan Idulfitri dari para Deputi, perwakilan Staf Ahli, Staf Khusus, Tim Ahli, Tim Asistensi, PMO Kartu Prakerja, dan Setdenas KEK. Rangkaian acara diakhiri dengan Tausiyah Idulfitri dari Prof. K.H. M. Cholil Nafis dengan tema “Menjaga Kemurnian Fitrah Pasca Ramadan”.

“Dengan Covid, kita ambil hikmahnya. Bagi orang Muslim, wabah itu berkah atau rahmat, sedangkan bagi orang yang tak beriman, itu menjadi laknat atau kutukan. Yang bisa mengubah adalah persepsi orang beriman,” katanya.

Menurutnya, semua umat Muslim harus mendukung Kemenko Perekonomian, khususnya untuk proses pemulihan ekonomi. Karena semua hal dalam agama, misalnya zakat, salat, berhaji, dan berpuasa, lebih kurang ada hubungannya dengan ekonomi. “Kita butuh ekonomi yang halal, butuh perilaku yang menimbulkan halal,” imbuhnya.

Dalam mengatur ekonomi, diperlukan juga stabilitas emosi supaya bisa menjaga lisan dan perbuatan. “Kalau ada yang mengecam, anggap saja itu sebagai pil pahit yang membuat kita bekerja lebih keras lagi memulihkan ekonomi,” tutupnya.

“Selamat Hari Raya Idulfitri, 1 Syawal 1442 H. Taqoballahu Minna Wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum, Minal Aidin Wal Faizin.” (rep/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh