Sumber ekon.go.id

Menjaga Keberlangsungan BUMN Pangan dengan Diversifikasi Produk

30 May 2021 21:50

Untuk mendukung Kebijakan Restrukturisasi BUMN, khususnya holding BUMN Pangan, pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, khususnya Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi, melakukan kunjungan dan koordinasi ke Pabrik Gula dan Pabrik Spritus (PG-PS) Madukismo (PT Madu Baru), pada Rabu (26/5) lalu. Hari yang bertepatan dengan hari kedua dimulainya musim giling tebu tahun ini.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Montty Girianna yang diwakili Asisten Deputi Agro, Farmasi dan Pariwisata Dida Gardera mengunjungi perusahaan yang diresmikan oleh Presiden RI pertama Soekarno pada 29 Mei 1958.

Saham PT Madu Baru dimiliki bersama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Pemerintah melalui BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). PG-PS Madukismo PT Madu Baru merupakan perusahaan pabrik gula dan spirtus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang turut andil dalam mendukung program pengadaan pangan nasional.

“Khususnya penyediaan gula pasir sekaligus mengolah limbah pabrik gula menjadi etanol/spritus,” imbuh Dida.

Perusahaan yang terletak di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul tersebut berbentuk padat karya, sehingga banyak menampung tenaga kerja dari Yogyakarta dan sekitarnya. “Selain itu, perusahaan juga bermitra dan berkolaborasi dengan para petani tebu, baik dari wilayah Yogyakarta sendiri maupun dari luar, untuk memenuhi pasokan bahan baku untuk pabrik gula,” ungkap Dida.

Untuk meningkatkan profitabilitasnya, PT Madu Baru membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal keterjaminan dan peningkatan pasokan bahan baku, yang salah satunya melalui perluasan dan penambahan areal perluasan.

“Penambahan areal perkebunan tebu dapat dilakukan melalui skema kerja sama dengan BUMN lainnya seperti PTPN dan Perum Perhutani, atau dengan perusahaan swasta lainnya yang mempunyai core bisnis pengelolaan lahan perkebunan dan kehutanan,” ucapnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, PT Madu Baru melakukan diversifikasi usaha. Salah satunya berupa pembuatan produk hand sanitizer untuk kebutuhan rumah sakit, toko ritel, dan masyarakat umum. Produk pencuci tangan instan itu tentunya telah memenuhi standar dan persyaratan dari Kementerian Kesehatan dan BPOM, sehingga sudah dapat dipasarkan untuk masyarakat luas. (dep3/rep/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh