Sumber ekon.go.id

Potensi dan Urgensi Pelabuhan New Ambon sebagai Proyek Strategis Nasional

13 Jun 2021 19:58

Saat ini, Provinsi Maluku memiliki Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon yang terpisahkan Teluk Ambon. Untuk lebih meningkatkan konektivitas antardaerah dan menurunkan biaya logistik, diperlukan penghubung antara wilayah produsen dan konsumen. Sementara itu, Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sangat sulit untuk dikembangkan karena area sekitar pelabuhan merupakan wilayah permukiman padat penduduk.

Presiden RI Joko Widodo pada kunjungannya di bulan Maret 2021 meminta untuk segera dilakukan pembangunan Pelabuhan New Ambon yang akan mengintegrasikan pelabuhan laut dengan pelabuhan perikanan. Menindaklanjuti hal itu, Menteri Perhubungan telah mengusulkan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian agar Pelabuhan New  Ambon dijadikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2020-2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo melakukan kunjungan lapangan ke lokasi rencana Pelabuhan New Ambon yang saat ini diusulkan oleh Kementerian Perhubungan untuk menjadi PSN.

“Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan bersinergi membangun Pelabuhan New Ambon Terintegrasi antara Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Perikanan. Pelabuhan New Ambon akan diadakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan prakarsa dari Pemerintah,” ujar Wahyu Utomo.

Usulan lokasi Pelabuhan New Ambon telah dikerucutkan dan diarahkan pada lokasi di samping pelabuhan milik PT. ASDP Ferry Indonesia di Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi topografi dan ketersediaan lahan dinilai paling layak dari segi teknis dengan elevasi lahan tertinggi 37m dengan opsi cut and fill atau dengan perpanjangan trestle.

Pembangunan pelabuhan tahap I pada lokasi tersebut diestimasikan membutuhkan investasi sebesar Rp 2,214 triliun dengan pembangunan infrastruktur dasar melalui APBN sebesar Rp1,207 triliun. Pelabuhan ini dapat dikembangkan hingga tahap ultimate dengan biaya sebesar Rp4,057 triliun.

Konsep pengembangan pelabuhan terintegrasi mencakup terminal petikemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perimakan (TPI dan tempat pengolahan), kawasan industri dan logistik, terminal LNG dan power plant.

Kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan, antara lain penetapan lokasi lahan pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri seluas ≥200 Ha (lahan kepelabuhanan 50 Ha, lahan kawasan industri 150 Ha), tahap awal pembangunan pelabuhan adalah seluas 100 Ha (panjang dermaga 400 m), serta pengadaan lahan oleh LMAN.

Usulan pembangunan Pelabuhan New Ambon masih menunggu kesiapan Penetapan Lokasi. Kelengkapan dokumen usulan yang telah dilakukan oleh PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan diharap dapat mendukung untuk percepatan usulan Pelabuhan New Ambon menjadi PSN. (kppip/frh/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh