Sumber ekon.go.id

Pemerintah Dukung Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Untuk Wujudkan Kemandirian dan Tingkatkan Daya Saing

19 Jun 2021 23:06

Percepatan pengembangan sektor industri farmasi dan alat kesehatan telah menjadi fokus utama pemerintah, utamanya sejak lima tahun terakhir. Tujuannya guna mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinator Perniagaan dan Industri Susiwijono Moegiarso yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Industri Atong Soekirman saat memimpin Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Potensi Pemanfaatan Produk Hasil Pertanian sebagai Bahan Baku dan/atau Bahan Penolong Industri Obat non Fitofarmaka, Jumat (18/6) di Tangerang Selatan.

"Sektor industri merupakan salah satu tulang punggung pemulihan ekonomi nasional, untuk itu kita mendorong agar upaya peningkatan utilisasi industri sejalan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat", ujar Atong.

Ia melanjutkan, potensi dukungan sektor pertanian terhadap ketersediaan bahan baku pembantu industri obat sesungguhnya cukup tinggi. Untuk itu dibutuhkan sinergi antar pihak terkait guna mewujudkan potensi tersebut.

"Kami menginisiasi pertemuan semacam ini untuk meningkatkan sinergi antar pihak, baik antar Kementerian teknis, Pemerintah Daerah, pelaku usaha farmasi, hingga riset dan pengembangan teknologinya", imbuhnya.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih juga menyampaikan hal senada.

"Sinergi dan kolaborasi dalam penyediaan bahan baku pembantu bagi industri farmasi kita arahkan agar sejalan dengan pemanfaatan hasil pertanian," ujar Agusdini.

Potensi industri farmasi maupun obat tradisional secara jumlah terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Karena itu Pemerintah menata kebijakan-kebijakan yang terkait, mulai dari hulu. "Kebijakan dari hulunya sudah mulai diperhatikan", tegas Atong.

Kebijakan percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan dilatarbelakangi oleh Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 untuk menjamin ketersediaan farmasi dan alat kesehatan, sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional.

Selain itu juga bertujuan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri dan ekspor, di samping bahwa penguasaan teknologi dan inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan juga perlu mendapat perhatian.

Pada akhirnya, upaya tersebut akan mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat, obat, dan alat kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ekspor, serta memulihkan dan meningkatkan utilisasi kapasitas industri nasional. (dep5/iqb/ltg/fsr)

 


Bagikan di | Cetak | Unduh