Sumber ekon.go.id

Pentingnya Peran Food System dan Kerjasama Multi-Stakeholder Dalam Pencapaian Target Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

10 Nov 2021 16:42

Pengaturan terkait upaya penurunan emisi dengan melakukan mitigasi dan inventory emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di kebun kelapa sawit telah dilakukan Pemerintah sebagai wujud tujuan dari prinsip dan kriteria Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Regulasi dari sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, dalam upaya memberikan dukungan terhadap penurunan GRK tersebut, diantaranya adalah Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga telah menunjukkan komitmennya dalam penurunan emisi GRK dengan meng-update Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2021 dengan target pencapaian mitigasi bersumber dari sektor kehutanan, pertanian, land use dan energi. Di saat yang sama, Indonesia terus melakukan usaha pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi sekurangnya 5% per tahun dengan memanfaatkan sumber daya alam.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sekor yang berkontribusi terhadap pencapaian target NDC. Memperkuat hubungan kerjasama di bidang pengembangan food system baik secara bilateral maupun level global merupakan hal penting untuk mencapai komitmen NDC.

Hal tersebut disampaikan Deputi Musdhalifah dalam sesi talk show dengan tema Implementing NDCs through Food Systems Transformation yang diselenggarakan oleh Paviliun Global Environment Facility (GEF) pada rangkaian kegiatan COP26 UNFCCC di Glasgow, Skotlandia, (4/11).

“Kita telah membentuk Multi-stakeholder Platform yaitu Forum RAN-KSB yang diharapkan mampu memberikan solusi terhadap hambatan-hambatan yang dialami oleh para pelaku di bidang kelapa sawit. Kerjasama merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi program sertifikasi ISPO,” ungkap Musdhalifah.

Hadir sebagai pembicara pada sesi talk show tersebut antara lain, National Director of Climate Change Ministry of Environment of Paraguay Ulises Lovera, Vice President of Food Forests, Water and the Ocean Craig Hanson, Global Director of Agri & Food Global Practice, World Bank Martien Van Nieuwkoop, Executive WBCSD Diane Holdorf, dan CEO – IDH Daan Wensing. (dep2/frh/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh