Sumber ekon.go.id

Dewan Nasional KEK Setujui Pembentukan Dua KEK Baru di Batam

10 Jul 2020 17:22

Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui pembentukan dua KEK baru, yaitu KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT). Kedua KEK tersebut berlokasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Keputusan tersebut diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam Sidang Dewan Nasional KEK secara online pada Jumat, 10 Juli 2020. Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan kedua KEK itu melalui Peraturan Pemerintah (PP) karena telah memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan KEK, dan diperkirakan akan dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong perekonomian daerah.

”KEK Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic hari ini kita setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat. Setelah KEK ditetapkan, maka akan diberikan waktu paling lama 3 (tiga) tahun sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan bahwa KEK pertama yaitu KEK Nongsa Digital Park memiliki luas lahan 166,45 hektare dengan total investasi Rp16 triliun. Rinciannya: investasi pembangunan kawasan Rp1,092 triliun dan investasi tenant Rp14,908 triliun. Total tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.500 orang. Pengusulnya adalah PT Taman Resor Internet (PT Tamarin), salah satu anak usaha dari PT Citra Agramasinti Nusantara (Citramas Group), yang telah memiliki pengalaman di bidang pariwisata, industri kreatif dan teknologi informasi (TI), serta kawasan industri.

KEK Nongsa Digital Park dinilai siap karena lahan sudah tersedia dan peruntukannnya telah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 Tahun 2011. Selain itu, sudah ada investor yang masuk yaitu PT Kinema untuk IT Apple Academy, serta calon investor data center PT Nexus, D-Town Commercial Center. Infrastruktur kawasan telah terbangun di lahan tahap 1 seluas 91,11 hektare, yaitu marina, resort, studio film, kantor TI, dan lapangan golf.

KEK Nongsa Digital Park diharapkan akan menjadi entry point untuk perusahaan TI internasional dari Singapura dan mancanegara, serta akan ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura dan negara-negara lainnya. Keberadaan KEK ini akan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20-30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan internasional.

“Adanya transfer teknologi di bidang TI sehingga KEK Nongsa Digital Park dapat menjadi pusat pengembangan SDM muda Indonesia di bidang TI supaya mampu jadi technopreneur. Serta akan dapat memaksimalkan koneksi internet international, karena di sana terdapat 7 kabel fiber optic bawah laut berjarak 2-3 km dari KEK Nongsa Digital Park, yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan data center dan industri animasi,” kata Enoh.

Kedua adalah KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) yang memiliki luas lahan 30 hektare dengan kegiatan utama industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Sampai 2030, nilai investasi yang akan digelontorkan sebesar Rp6,2 triliun, dan KEK ini diperkirakan akan dapat menyerap tenaga kerja mencapai 9.976 orang.

Pengusulnya adalah PT Batam Teknik. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat (MRO). Perusahaan ini juga telah berpengalaman dalam melayani MRO untuk pesawat-pesawat Lion Air Group.

Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65%-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah juga diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12 ribu unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada 2025.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, para pejabat Eselon I dari kementerian terkait, Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam Muhammad Rudi, dan Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto.

***

Diolah dari Siaran Pers Sekretariat Dewan Nasional KEK berjudul "Dewan Nasional KEK Setujui Pembentukan Dua KEK Baru" (Jumat, 10 Juli 2020)


Bagikan di | Cetak | Unduh