Sumber ekon.go.id

Indonesia Eratkan Kerja Sama dengan Singapura di Kawasan Batam-Bintan-Karimun Untuk Mendukung Perekonomian Nasional Ke Depan

25 May 2022 15:37

Indonesia tengah serius melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor untuk menguatkan perekonomian nasional ke depan. Komitmen tersebut salah satunya terwujud dalam penguatan kerja sama antara Indonesia dan Singapura yang merupakan negara mitra strategis ekonomi utama Indonesia di bidang perdagangan dan investasi.

Dalam The 14th Co-chairs Meeting Working Group on Batam-Bintan-Karimun and Other Special Economic Zones in Indonesia (Working Group on BBK and Other SEZs), Indonesia yang diwakili oleh Deputi Koordinasi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo bertemu dengan Chairman Economic Development Board (EDB) Singapura membahas sejumlah poin-poin pokok dalam upaya pemulihan ekonomi dan perkembangan pembangunan, khususnya di kawasan BBK.

Perlu diketahui bahwa total Foreign Direct Investment (FDI) yang berasal dari Singapura pada 2021 mencapai US$9,3 miliar yang tersebar ke 16.760 proyek. Volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Singapura juga mencapai US$27 miliar.  Kedekatan lokasi Singapura dengan BBK yang merupakan salah satu kawasan strategis ekonomi Indonesia membawa banyak peluang ekonomi di kawasan tersebut. Mulai dari lokasi manufaktur berorientasi ekspor, menjadi gerbang arus wisatawan asing ke daerah Indonesia lainnya, dan peluang menjadi tempat bagi penanaman modal asing langsung. 

Secara rinci, agenda tahunan yang kali ini diselenggarakan pada tangal 16 hingga 18 Mei di kantor EDB Singapura tersebut membahas tentang upaya promosi investasi di bidang manufaktur yang telah didorong oleh Singapura untuk kawasan BBK, perkembangan Nongsa Digital Park sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Eksklusif (KEK) di Pulau Batam, dan juga membahas tentang perkembangan hasil joint study Singapore – BBK Logistics Ecosystem​ yang merupakan tindaklanjut dari inisiasi pertemuan yang sama pada tahun lalu.

Terkait perkembangan pembangunan di kawasan BBK, Pemerintah Indonesia menyampaikan sejumlah perkembangan kondisi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau yang telah menunjukan pertumbuhan positif seiring dengan penanganan Covid-19 yang terkendali dan pembukaan kembali Kepulauan Riau sebagai pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan perkembangan penetapan rencana induk pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) BBK yang berada dalam tahap finalisasi, serta perkembangan pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang menjadi salah satu perhatian utama kerja sama antara Indonesia dengan Singapura. 

Pertemuan tersebut juga membahas isi PP Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KPBPB, khususnya mengenai fasilitas dan kemudahan yang diharapkan mampu menarik investasi masuk ke dalam KPBPB, seperti pengaturan bahan masuk, insentif perpajakan, dan pengaturan aset.

“Peraturan ini telah mencakup fasilitas dan kemudahan di kawasan KPBPB, termasuk pengajuan perizinan perusahaan oleh Badan Usaha telah kami sederhanakan,” kata Deputi Wahyu.

Terkait perkembangan Nongsa Digital Park, pada kesempatan tersebut EDB menyampaikan perkembangan terkini dari Nongsa Digital Park yang merupakan salah satu kerjasama Singapura dan Indonesia untuk menjadi digital hub antara kedua negara. Kegiatan utama EDB di Nongsa Digital Park selain untuk mendatangkan investasi Data Center, juga untuk memfasilitasi kebutuhan pelatihan teknis untuk meningkatkan kapasitas talenta dengan digital dan teknologi.

Pemerintah Indonesia mengapresiasi EDB atas komitmen dalam mengembangan Nongsa Digital Park di Batam, dan menyampaikan adanya potensi investasi Data Center dari Princeton Digital Group (PDG) yang memerlukan dukungan serta fasilitasi dari EDB. Rencananya, pengembangan Data Center tidak hanya akan dilakukan di Nongsa, berdasarkan RPerpres Rencana Induk Pengembangan BBK, pengembangan Data Center juga akan dilakukan di KPBPB wilayah Kabupaten Bintan. Hal ini dapat menjadi awalan positif bagi hubungan kerja sama Indonesia-Singapura ke depannya.

Selanjutnya, pada pertemuan tersebut Pemerintah Indonesia juga menyampaikan bahwa saat ini pembangunan PLTS di kawasan BBK telah diminati banyak investor. PLTS tersebut dibangun sebagai bagian dari rencana impor listrik 4 gigawatt (GW) dari sumber energi terbarukan ke Singapura.

Pengembangan energi terbarukan ini membutuhkan skenario dan peta jalan yang komprehensif dari pengembangan energi terbarukan,  terutama di bidang mekanisme kredit karbon dan skema perdagangan yang akan dilaksanakan. Kedepannya, Indonesia ingin mendengar rencana terperinci dari Singapura sehubungan dengan elemen-elemen penting dari pengembangan energi terbarukan, dengan semangat kemajuan ekonomi dan kerjasama timbal balik antar kedua negara.

Sebagai informasi, Working group on BBK and Other SEZs adalah salah satu dari enam kelompok kerja yang menjadi fokus kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura, bersama dengan lima kelompok kerja lainnya, yaitu Working Group on Investment, Working Group on Manpower, Working Group on Transport, Working Group on Agribusiness, dan Working Group on Tourism. Pertemuan Working Group on BBK and Other SEZs tahun ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, perwakilan dari Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum & HAM, perwakilan Sekretariat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun, dan perwakilan dari tiap Badan KPBPB di BBK. (dep6/ltg/fsr)


Bagikan di | Cetak | Unduh