Sumber ekon.go.id

Pertama Kali di Indonesia, Pemerintah Bangun Jalan Tol dengan Sistem Polder yang Dapat Kendalikan Banjir Rob

01 Jul 2022 18:39

Konektivitas antar wilayah menjadi suatu hal yang penting. Mengingat hal ini akan membantu mengembangkan ekonomi daerah dan memperlancar distribusi barang antar daerah. Selain itu, juga bisa memperlancar mobilitas masyarakat yang harus melakukan kegiatan ekonomi tidak hanya di satu tempat aja. Salah satu yang menjadi sarana konektivitas wilayah adalah jalan tol.

Di Provinsi Jawa Tengah, salah satu jalan tol yang sedang dibangun adalah Jalan Tol Semarang-Demak yang berlokasi di wilayah utara Semarang dengan trase sepanjang 26,7 km. Jalan tol tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu Seksi 1 (Kaligawe-Sayung) dan Seksi 2 (Sayung – Demak).

Seksi Kaligawe-Sayung dibangun melalui dukungan Pemerintah, dan Seksi Sayung-Demak menjadi tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT PP Semarang Demak. Pengoperasian tol ini secara keseluruhan akan dilaksanakan oleh BUJT.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo selaku Ketua Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau progres pembangunan dan mendorong penyelesaian Jalan Tol Semarang-Demak, Minggu (26/06).

Hingga saat ini, progres konstruksi untuk Seksi 2 telah mencapai 86,19% dari total 16,31 km, dan ini ditargetkan akan dapat segera beroperasi pada Desember 2022. Sementara itu, untuk Seksi 1 diupayakan dapat selesai berkonstruksi pada 2024.

Seksi 1 Jalan Tol Semarang - Demak merupakan jalan tol yang pertama kali dibangun dengan terintegrasi kepada tanggul laut di Indonesia dan dilengkapi sistem polder yakni dilengkapi dengan dua buah kolam retensi (Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan) sebagai pengendali banjir rob.

Selain meningkatkan konektivitas dan mengurai kemacetan lalu lintas secara signifikan di wilayah Kaligawe, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 juga akan mendukung pengendalian banjir rob jika fungsi kolam retensi dan tanggul laut berjalan baik.

“Faktor keamanan, keselamatan, dan kehati-hatian pelaksanaan metode konstruksi untuk jalan tol dan tanggul laut terintegrasi yang pertama di Indonesia menjadi prioritas utama dalam penyelesaian Seksi 1, yang mana membutuhkan akurasi sangat tinggi. Selain itu, penyelesaian Seksi 2 ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2022, dan ini akan dimonitor bersama-sama oleh KPPIP serta K/L pusat dan daerah terkait,” ungkap Deputi Wahyu. (dep6/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh