Sumber ekon.go.id

Komitmen Pemanfaatan Energi Hijau Mengemuka dalam PSN High Speed Railway Jakarta – Bandung

02 Jul 2022 15:39

Menjadi kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang, pembangunan infrastruktur di berbagai sektor memiliki efek berlipat terhadap pengembangan wilayah, nilai tambah industri, dan penciptaan kesempatan kerja baru. Salah satu infrastruktur yang sedang dibangun Pemerintah yakni High Speed Railway (HSR) atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dinilai akan meningkatkan daya saing Indonesia.

Proyek HSR Jakarta-Bandung merupakan salah satu Proyek Srategis Nasional (PSN) yang ditargetkan dapat beroperasi sebelum 2024. Berdasarkan keterangan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC), serangkaian uji coba persiapan operasi akan mulai dilaksanakan di tahun 2022.

Dalam rangka monitoring dan evaluasi PSN Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian Wahyu Utomo, selaku Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), mengadakan rapat koordinasi pada tanggal 24-25 Juni 2022 bersama para pemangku kepentingan yaitu, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, PT KCIC, dan stakeholder instansi di Pusat dan di Pemerintah Daerah.

Setelah rapat, dilakukan juga kunjungan kerja ke Stasiun Tegalluar untuk melihat progres yang ada dan memberikan arahan untuk mempercepat pembangunan aksesibilitas stasiun dan meningkatkan integrasi multimoda dan uji coba lokomotif untuk meminimalkan risiko-risiko pengoperasian terutama show case terkait rencana agenda kunjungan Presiden Tiongkok ke Proyek HSR Jakarta-Bandung di Kuartal 4 2022 di sela-sela acara G20.

“Penting untuk melakukan pemanfaatan energi listrik hijau (green energy) sebagai bentuk komitmen Indonesia pada penurunan emisi global pada proyek HSR Jakarta-Bandung ini,” ungkap Deputi Wahyu.

Selain itu, Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa penting untuk mengelola air dan limbah selama konstruksi dan operasi untuk meminimalkan dampak sosial akibat megaproyek KCJB.

Selanjutnya dilakukan kunjungan ke Fasilitas Depo dan Track Laying Base Kereta Cepat serta meninjau langsung fasilitas pabrikasi instalasi rel Kereta Cepat. Pada kesempatan ini, Ketua Tim Pelaksana KPPIP menegaskan bahwa sistem pabrikasi dan konstruksi yang dimiliki proyek Kereta Cepat dengan teknologi dan tingkat presisi yang tinggi, harus dapat dipastikan aspek alih teknologinya (technology transfer) supaya dapat direplikasi pada megaproyek selanjutnya. Ketua Tim Pelaksana KPPIP juga sepakat untuk mendorong implementasi penyelesaian permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Hal lain yang disepakati adalah komitmen sinergi untuk melalui rapat koordinasi ataupun diskusi guna menyelesaikan beberapa isu tata ruang, pertanahan, dan aksesibilitas di lokasi stasiun akhir seperti Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar, dengan melibatkan Pemerintah Daerah. Direktur Utama PT KCIC beserta jajaran Direksi dan Komisaris menyambut baik inisiatif tersebut untuk percepatan PSN HSR Jakarta-Bandung.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT KCIC berkomitmen akan memulai inisiatif-inisiatif pemanfaatan energi listrik hijau, dan mengoptimalkan pengelolaan air dan limbah dari proyek setelah kereta mulai beroperasi. (dep6/dlt/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh