Sumber ekon.go.id

Akselerasi Implementasi Rencana Aksi PSN Baru Menjaga Momentum Pertumbuhan Perekonomian Nasional

12 Aug 2022 13:14

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur, Pemerintah terus melakukan upaya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain dapat menyediakan lapangan kerja yang lebih luas lagi, keberadaan PSN sekaligus juga diharapkan mampu mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) terus berperan untuk melakukan pengawasan terhadap kemajuan program PSN serta mengevaluasi usulan proyek dan perubahan daftar proyek pada program PSN.

Dalam melaksanakan peran tersebut, KPPIP menggelar pertemuan yang membahas Rencana Aksi 13 Proyek yang disertakan dalam PSN sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar PSN, pada Jumat (5/08) dan dihadiri oleh Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), serta sejumlah Badan Usaha.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengungkapkan bahwa pembahasan tersebut juga untuk menjalankan arahan Presiden pada Rapat Internal 25 April 2022 lalu.

“Arahannya yaitu untuk PJPK PSN baru, yang masuk dalam Permenko Nomor 9 Tahun 2022 perlu menyampaikan beberapa hal penting, antara lain mengenai rencana aksi proyek sampai tahun Semester I-2024, milestone proyek per tahun, dan isu-isu kritis yang perlu ditindaklanjuti,” ujar Deputi Wahyu yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana KPPIP.

Lebih lanjut Deputi Wahyu juga menyampaikan bahwa Pemerintah akan memastikan proyek selesai tepat waktu dan tepat sasaran agar dapat segera memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia di lingkup lokal maupun nasional. “Rencana aksi, pencapaian, dan tindak lanjut isu perlu segera dilengkapi oleh Penanggung Jawab Proyek Strategis Nasional sebagai dasar bagi kita untuk meneliti dan melihat apa saja yang harus dilakukan,” tutur Deputi Wahyu.

Ke-13 PSN baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia terdiri dari berbagai sektor yakni sektor teknologi seperti proyek Palapa Ring Integrasi, kemudian di sektor perkebunan seperti proyek Pembangunan Kelapa Dalam dan Industri Turunannya yang terletak di Papua Barat.

Untuk sektor Air Bersih dan Sanitasi terdapat proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ir. H. Djuanda/Jatiluhur II yang berlokasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk sektor pariwisata terdapat Proyek Pariwisata Seribu Pulau di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). Sedangkan, untuk sektor kereta api yaitu Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur.

Sementara itu untuk sektor kawasan terdapat proyek pembangunan Kawasan Industri Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) di Sulawesi Tenggara dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Untuk bendungan terdapat pembangunan Bendungan Rukoh dan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh di Aceh. Di sektor energi terdapat pembangunan PLTS Skala Besar di Kepulauan Riau serta di sektor pangan terdapat Integrasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) melalui pembentukan SugarCo, PalmCo dan SupportingCo.

Dalam PSN baru ini juga terdapat tiga proyek smelter yaitu Proyek Pengembangan Smelter Terintegrasi PT Vale Indonesia di Bahodopi Sulawesi Tengah, Proyek Pengembangan Smelter Terintegrasi PT Vale Indonesia di Pomala Sulawesi Tenggara, dan Smelter Nikel Baterai Listrik di Halmahera Timur Maluku Utara. “Smelter Nikel di Maluku Utara bertujuan untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik di Indonesia,” tutup Deputi Wahyu. (dep6/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh