Sumber ekon.go.id

Kebijakan Fleksibilitas Harga Pembelian Gabah dan Beras Petani untuk Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga

15 Sep 2022 14:52

Kondisi kenaikan harga gabah dan beras di tingkat petani dan penggilingan padi yang terjadi saat ini mendorong kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Untuk mengantisipasi kenaikan harga itu telah dijalankan beberapa program guna menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan di pasar dan stabilisasi harga karena pasokan yang terus ada.

Berdasarkan data BPS, inflasi beras di September 2022 sebesar 0,54% (mtm), dan pada bulan sebelumnya Agustus 2022 rata-rata harga beras mencapai Rp11.603/kg atau 1,11% lebih tinggi dibanding rata-rata harga di Juli 2022. Kenaikan harga gabah dan beras di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terjadi akibat rendahnya produksi pada musim paceklik.

Dalam hal ini perlu dilakukan antisipasi peningkatan jumlah ketersediaan gabah dan beras pada masa panen gadu 2022. Untuk itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis telah melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis tingkat Eselon 1 terkait Pembahasan Kebijakan Fleksibilitas Harga Pembelian Gabah dan Beras pada Jumat (2/09) lalu.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud menyampaikan, penyerapan yang dilakukan oleh Perum BULOG perlunya ditingkatkan mengingat kondisi stok CBP saat ini.

“Pada masa panen raya diindikasikan harga akan naik. Supaya hal ini tidak mempengaruhi inflasi menjadi lebih tinggi lagi, diusulkan kebijakan fleksibilitas harga kepada Perum BULOG untuk menyerap produksi gabah dan beras petani,” ujar Deputi Musdhalifah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto menyampaikan bahwa perkembangan produksi Gabah Kering Giling (GKG) mengalami penurunan dari beberapa tahun terakhir.

“Penurunan produksi diperkirakan juga terjadi pada tahun ini. Berdasarkan tren tahunan, produksi mulai mengalami penurunan pada September sampai dengan akhir tahun. Produksi pada September 2022 diperkirakan menurun dibandingkan Agustus 2022 maupun bulan yang sama tahun sebelumnya,” tutur Direktur Mokhamad.

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menerangkan, kondisi pasar dan perkembangan inflasi juga terus mengalami kenaikan. Kebijakan fleksibilitas harga pembelian gabah dan beras petani oleh Perum BULOG maksimal sebesar 10% sesuai wilayah sentra produksi.

Turut hadir pada Rakornis tersebut Plt. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dan Perwakilan Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan. (dep2/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh