Sumber ekon.go.id

BIMP-EAGA Strategic Planning Meeting 2025: Pejabat Senior Dukung Program Kerja Tahun 2025 serta Rencana Pendekatan Koridor Ekonomi dalam Pembangunan Sub-Kawasan

22 Feb 2025 16:25

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.02.04/65/SET.M.EKON.3/02/2025

BIMP-EAGA Strategic Planning Meeting 2025:
Pejabat Senior Dukung Program Kerja Tahun 2025 serta Rencana Pendekatan Koridor Ekonomi dalam Pembangunan Sub-Kawasan

Jakarta, 22 Februari 2025

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi memimpin delegasi Indonesia secara virtual pada Pertemuan Pleno Strategic Planning Meeting (SPM) Kerja Sama Ekonomi Sub Regional Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Rangkaian pertemuan secara hybrid tersebut berlangsung di Kota Cagayan de Oro, Mindanao, Filipina, dari tanggal 17 sampai 21 Februari 2025.

Pertemuan menghadirkan seluruh perwakilan dari 9 (sembilan) klaster, masing-masing, Transportasi, Perdagangan dan Investasi, Fasilitasi Perdagangan, Listrik dan Energi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Agribisnis, Pariwisata, Lingkungan, serta Pendidikan dan Sosiokultural untuk melaporkan rencana kerja tahun 2025-2026. Dalam pertemuan tersebut Deputi Edi menekankan pentingnya upaya untuk mendorong investasi di sektor energi bersih.

"Banyak potensi investasi yang belum maksimal di kawasan, utamanya investasi di sektor energi dan transisi energi bersih. Oleh karena itu, BIMP-EAGA perlu memanfaatkan peluang pemanfaatan proyek pendukung investasi di bawah Asia Zero Emission Community (AZEC). Kita harus memperluas cakupan diskusi dan mencari peluang investasi yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan di BIMP-EAGA,” jelas Deputi Edi.

Ketua Delegasi Indonesia juga mendorong untuk terus mengimplementasikan hasil hasil perundingan di ASEAN dalam kerjasama BIMP-EAGA, salah satunya adalah ASEAN Digital Economy and Framework Agreement (DEFA). 

“Manfaatkan dan manifestasikan kesepakatan DEFA dalam menyusun program hard and soft infrastructure, transisi digital dan menjembatani digital divide,” ujar Deputi Edi.

Pertemuan juga mendiskusikan pendekatan ‘spatial approach’ yang disusun berdasarkan hasil studi koridor ekonomi dengan pendanaan ADB pada tahun 2023-2024. Pendekatan ini menitikberatkan pembangunan berdasarkan karakteristik dan bersifat holistik dengan mempertimbangkan rantai dan titik produksi di daerah sekitarnya. Ketua Delegasi  Indonesia menyatakan dukungannya atas hasil studi tersebut serta menyampaikan bahwa pendekatan koridor ekonomi berpotensi mendorong perdagangan regional yang lebih efisien, menarik investasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Pendekatan Koridor Ekonomi tersebut tersebut rencananya akan disahkan pada Pertemuan Tingkat Kepala Negara BIMP-EAGA yang akan berlangsung di Malaysia pada bulan Mei 2025.

Selain Delegasi Indonesia, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sekitar 200 delegasi dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. (dep2/ltg/fsr)

***

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, Threads, TikTok, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia


Bagikan di | Cetak | Unduh