Sumber ekon.go.id

Gelar Kuliah Tamu di Universitas Lampung, Kemenko Perekonomian Bahas Perkembangan Aksesi Indonesia ke OECD

20 May 2025 10:52

Sebagai bagian dari upaya diseminasi informasi kepada publik, terutama dunia akademik mengenai proses aksesi Indonesia sebagai anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema Perkembangan Aksesi Indonesia ke OECD, pada Jumat (9/05).

Acara tersebut dibuka oleh Dekan FISIP Unila Anna Gustina Z, dan menghadirkan sambutan kunci dari Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian Ferry Ardiyanto. Kuliah tamu ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan akademisi FISIP Unila yang membahas perspektif dan peran strategis aksesi Indonesia ke OECD dalam konteks transformasi ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Asdep Ferry menekankan bahwa keanggotaan Indonesia di OECD merupakan langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan upaya keluar dari middle-income trap dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “OECD menyediakan standar global dan praktik terbaik yang dapat memperkuat tata kelola publik, iklim investasi, digitalisasi, hingga sektor sosial dan lingkungan. Aksesi ini bukan sekadar status, tetapi instrumen reformasi yang nyata,” ujar Asdep Ferry.

Pada kesempatan yang sama, telah ditandatangani juga Perjanjian Kerja Sama antara Kemenko Perekonomian yang diwakili oleh Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama Evita Manthovani dan FISIP Unila yang diwakili oleh Dekan FISIP Anna Gustina Zainal. Kolaborasi ini menjadi jembatan dalam menghubungkan arah kebijakan Indonesia dengan tetap mempertimbangkan pandangan dari kalangan akademis.

Indonesia secara resmi menjadi Negara Aksesi OECD pada Mei 2024 setelah disepakatinya Peta Jalan Aksesi Indonesia oleh Dewan OECD. Proses aksesi saat ini tengah memasuki tahap penyusunan Initial Memorandum sebagai penilaian awal keselarasan regulasi Indonesia terhadap instrumen OECD.

Kuliah tamu ini diikuti oleh lebih dari 140 mahasiswa yang hadir secara langsung dan daring serta akademisi FISIP Unila. Kegiatan ini diisi dengan sesi diskusi interaktif yang menggali pandangan dan saran dari dunia akademik untuk mendukung proses aksesi. Para peserta juga memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai manfaat konkret OECD terhadap peningkatan kualitas kebijakan nasional di berbagai sektor.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber seperti terkait strategi Pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan nasional di tengah-tengah proses pembuatan kebijakan di OECD. Hal ini sejalan dengan narasi publik mengenai salah satu manfaat bergabung menjadi anggota OECD yakni turut aktif dalam menentukan kebijakan global. Keikutsertaan Indonesia akan membawa dampak yang lebih inklusif khususnya bagi negara-negara berkembang dan negara-negara di kawasan regional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah berharap dapat membangun kesadaran publik yang lebih luas dengan memperkuat dukungan dari kalangan akademik terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi jangka panjang. (d2/dft/fsr)

***

 


Bagikan di | Cetak | Unduh