Sumber ekon.go.id

Pemerintah Dorong Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan di Sektor Kehutanan

17 Nov 2020 20:51

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
No. HM.4.6/174/SET.M.EKON.2.3/11/2020

Pemerintah Dorong Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan di Sektor Kehutanan

Jakarta, 17 November 2020

Pemerintah konsisten memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dalam bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Selain itu, target pembangunan hutan lestari baik di kawasan produksi maupun konservasi juga terus didukung. 

“Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang berkelanjutan secara nasional dan global, sesuai target RPJMN dan Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Peluncuran APRIL2030: Transformasi dan Komitmen Berkelanjutan Mendukung Hutan Lestari Rakyat Sejahtera, Selasa (17/11) secara daring. 

Menko Perekonomian memaparkan, kerja sama dan sinergi antar stakeholder dalam industri kehutanan ini setidaknya mencakup 3 (tiga) isu utama. 

Isu pertama adalah Perubahan Iklim. Seluruh stakeholder diharapkan dapat berperan aktif dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, mendorong pembangunan yang ramah lingkungan, dan fokus pada program pembangunan rendah karbon. 

Isu selanjutnya, terkait Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan. Dalam hal ini diharapkan dapat mendorong reduced impact logging, perlindungan biodiversity, pengelolaan kawasan konservasi termasuk ekosistem gambut, pengembangan inovasi produk kehutanan ramah lingkungan, sertifikasi produk kehutanan lestari, serta antisipasi pencegahan kebakaran dan lahan. 

Isu terakhir mengenai Pemberdayaan Masyarakat Kehutanan. Tentunya melalui pelibatan masyarakat dalam program perhutanan sosial termasuk skema pengembangan hutan adat dan hutan desa. Selain itu, dengan mendorong kesempatan dan pemerataan kerja bagi masyarakat baik di dalam maupun di sekitar hutan. Hal ini telah sejalan dengan upaya pencapaian tujuan terkait perhutanan sosial dalam UU Cipta Kerja.

“Saya sampaikan juga bahwa dengan Visi, Target, serta 5 Prakarsa Konkret atau Immediate Actions dari APRIL2030, diharapkan kelestarian lingkungan dapat terus dijaga sejalan dengan pengembangan perekonomian di sektor kehutanan,” tutur Airlangga. 

Kinerja yang baik ini, lanjut Menko Perekonomian, diharapkan dapat di scale-up menjadi model pengelolaan industri kehutanan dan dikembangkan oleh perusahaan swasta lainnya dalam industri kehutanan secara berkelanjutan. 

“Sehingga dapat bersinergi dengan Pemerintah dan secara kumulatif akan mendorong pencapaian target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia,” sambungnya. 

Sinergi berbagai stakeholder ini pula diharapkan bisa membantu momentum pemulihan ekonomi domestik yang saat ini telah terjaga dengan baik sehingga turut menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka pendek maupun menengah-panjang. 

“Peluncuran target Visi APRIL2030 ini telah sejalan dengan semangat yang diusung oleh UU Cipta Kerja. Khususnya pelibatan masyarakat dalam program perhutanan sosial serta mendorong kesempatan dan pemerataan kerja bagi masyarakat sekitar hutan,” terang Airlangga. 

Oleh karena itu, Menko Perekonomian berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif dan kontribusi nyata pada masa depan sektor kehutanan dan industri yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. 

“Akhir kata, mari kita selalu optimistis, tetap memiliki semangat untuk melawan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional,” pungkasnya. (idc/iqb) 

***

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati

 
Website: www.ekon.go.id
Twitter & Instagram: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id


Bagikan di | Cetak | Unduh