KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/112/SET.M.EKON.3/04/2026
Kemenko Perekonomian Dukung Penyelenggaraan ALFI CONVEX 2026 untuk Perkuat Transformasi dan Efisiensi Sistem Logistik Nasional
Jakarta, 13 April 2026
Sektor logistik memegang peranan penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, penguatan sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan adaptif menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
"Pemerintah memandang sektor logistik sebagai pilar strategis dalam menjaga kelancaran distribusi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan sistem logistik yang terintegrasi dan berdaya tahan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan," ujar Menko Airlangga dalam audiensi dengan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Jakarta, Kamis (9/04).
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon turut mendampingi Menko Airlangga untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya langkah-langkah peningkatan efisiensi biaya logistik serta penguatan sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap dinamika global.
Biaya logistik nasional saat ini masih berada pada kisaran 14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah terus mendorong penurunan angka tersebut secara bertahap melalui berbagai kebijakan, guna mengoptimalkan efisiensi distribusi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, transformasi sektor logistik menjadi semakin krusial.
Kemenko Perekonomian juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Conference and Exhibition (ALFI CONVEX) 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah dan pelaku usaha. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya solusi konkret dan inovasi dalam penguatan ekosistem logistik nasional.
Selain itu, Kemenko Perekonomian menegaskan perannya dalam mengoordinasikan kebijakan lintas sektor, mengingat logistik melibatkan banyak pemangku kepentingan. Sinergi yang solid antar kementerian, lembaga, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi.
ALFI CONVEX 2026 yang mengusung tema “Indonesia in Motion: Empowering a Resilient Logistics Ecosystem” dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini akan menghadirkan pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu strategis, antara lain konektivitas multimoda, digitalisasi logistik, efisiensi rantai pasok, serta penguatan ketahanan sektor logistik nasional.
Melalui dukungan terhadap penyelenggaraan forum tersebut, Kemenko Perekonomian berharap terciptanya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan adaptif, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam agenda audiensi tersebut antara lain Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital; Ketua Kompartemen Bidang Angkutan Udara Domestik DPP ALFI/ILFA; Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kelembagaan dan Komunikasi (OKK) DPP ALFI/ILFA; Ketua Umum DPP ALFI/ILFA; Direktur Eksekutif DPP ALFI/ILFA; Vice President PT IDEA DUTA Indonesia; Wakil Ketua Umum Bidang Angkutan Udara DPP ALFI/ILFA; dan President Director PT IDEA DUTA Indonesia. (map/tam)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia